Presiden Ingatkan Adanya Ancaman Ideologi

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 14:10 WIB Politik dan Hukum
Presiden Ingatkan Adanya Ancaman Ideologi

MI/ BARY FATHAHILAH

ANCAMAN ideologi yang tumbuh di masyarakat saat ini harus diantisipasi dengan baik jika tidak ingin merusak persatuan dan keutuhan negara. 

Kondisi bangsa yang majemuk menjadi ladang yang empuk sehingga  jika dibiarkan akan memudahkan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan 4.435 bintara pembina desa (babinsa) di wilayah Kodam III/Siliwangi serta 70 dari perwakilan 14 kodam lainnya, di Bandung, Selasa (17/7). 

Dalam acara pengarahan Presiden kepada babinsa itu, hadir juga Panglima TNI Marsekal Hadi, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Barat M. Iriawan.

Presiden mengatakan, ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan negara saat ini tidak hanya hadir melalui serangan fisik. Ancaman ideologi yang terus berkembang menjadi hal yang harus diantisipasi karena sama sama membahayakan.

"Harus kita mengerti, ancaman bukan hanya fisik, tapi ideologi. Paham-paham terorisme, radikalisme berkembang," kata Presiden. 

Presiden pun menyebut babinsa merupakan garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham-paham yang berpotensi merusak keutuhan dan kedaulatan negara. 

"Sekali lagi, babinsa ada di barisan terdepan. Jangan dibiarkan berkembang ke mana-mana, isu-isu yang menyebabkan keresahan," katanya.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas babinsa agar mampu mendeteksi dan menghalau setiap ancaman yang hadir di masyarakat. Prajurit terdepan dalam menjaga setiap jengkal wilayah negara ini harus menjalin komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat.

"Bergaul dengan masyarakat, solid dengan sesama aparat, TNI/Polri. Ini jadi kunci," katanya.

Tak hanya itu, sebagai panglima tertinggi di TNI, Joko Widodo meminta prajuritnya ini memiliki penguasaan teritorial yang baik agar mampu menyelesaikan persoalan di masyarakat dengan tepat dan cepat. 

"Kemampuan teritorial harus kita perbaiki. Temu cepat, lapor cepat, manajemen penguasaan wilayah harus detail. Satu per satu, rumah ke rumah harus terus ditingkatkan," katanya.

Selain untuk menjaga negara dari ancaman ideologi, Presiden pun mengingatkan babinsa akan tugas-tugas penting lainnya. Selain ancaman ideologi, menurutnya babinsa pun memikul tugas berat lainnya terutama dalam menyukseskan program-program pemerintah di pedesaan.

Salah satunya mengawal penyaluran dana desa agar benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. 

"Sudah Rp187 triliun digelontorkan ke desa-desa, jumlah yang besar sekali. Kalau diajak musyawarah, diajak berbicara dalam lingkup desa, sampaikan hal-hal penting yang menurut kepala desa belum diakomodasi," katanya.

Tidak hanya itu, di tahun politik seperti saat ini, menurutnya babinsa TNI harus lebih berperan dalam menyukseskan pesta demokrasi yang akan digelar 2019 mendatang. 

"Tahun ini dan tahun depan masuk ke tahun politik. Saya ingin mengingatkan, harus dipastikan aman, lancar, dan damai," kata Presiden. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More