Gerindra NTT Daftarkan Bacaleg Tokoh Agama dan Pengusaha

Penulis: Palce Amalo Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 07:49 WIB Nusantara
Gerindra NTT Daftarkan Bacaleg Tokoh Agama dan Pengusaha

ANTARA/jefri Aries

MENJELANG penutupan pendaftaran bakal calon anggota legislatif di KPU Nusa  Tenggara Timur, Selasa (17/7) pukul 24.00 Wita, baru dua dari 16 parpol mendaftarkan kader terbaik mereka.

Dua parpol itu ialah NasDem yang mendaftar pada Minggu (15/7), dan Gerindra  yang mendaftar pada Senin (16/7).

Partai NasDem menyerahkan 65 bakal caleg untuk delapan daerah pemilihan (dapil), sedangkan Gerinda hanya menyerahkan 60 bakal caleg. Gerindra tidak memenuhi bakal caleg sesuai jatah kursi di Dapil IV dan Dapil VI.

Di Dapil V, dari jatah 10 kursi DPRD, Gerindra hanya mendaftarkan enam bacaleg, dan di Dapil VI dari jatah tujuh kursi, Gerinda hanya menyerahkan enam bacaleg.

Di antara bacaleg yang didaftarkan itu terdapat nama tokoh agama seperti Abraham Niti Nau dan Abanat, serta dua pengusaha yakni Antonio Soares dan Mel Landu Nau.

"Bacaleg yang didaftarkan ada unsur tokoh agama, birokrat, dan pengusaha," kata Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay.

Esthon berharap Gerindra NTT tetap mempertahankan perolehan kursi DPRD sesuai pemilu sebelumnya yakni delapan kursi, serta 76 kursi di 22 kabupaten dan kota.

"Untuk DPR RI, kita harapkan minimal dua kursi,"  kata Esthon.

Saat ini, Gerindra NTT memiliki dua wakil di DPR RI yakni Pius Lustrilang yang terpilih dari Dapil NTT 1 dan Fary Djemy Francis yang terpilih dari Dapil NTT 2.

Dua kader Gerindra ini juga kembali maju sebagai caleg di  pemiliu legislatif 2019. Selain itu ada juga nama Profesor Mia Noah, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Ndara Tanggu Kaha. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More