Presiden Soroti Etos Kerja

Penulis: Putra Ananda Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 07:50 WIB Politik dan Hukum
Presiden Soroti Etos Kerja

MI/PUTRA ANANDA
AKADEMI BELA NEGARA: Presiden Joko Widodo berjalan bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem IGK Manila saat akan member

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan bahwa kaum muda harus memiliki etos kerja yang baik untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain.

"Saya lihat ABN betul-betul ingin siapkan kader bangsa yang produktif. Mahasiswa ABN harus produktif dan memiliki etos kerja yang baik," ujar Jokowi saat memberi kuliah umum kepada 517 mahasiswa Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem Angkatan II di Kampus ABN, Pancoran, Jakarta, kemarin.

Selain Jokowi, hadir pula antara lain Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menko Polhukam Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Mendag Enggartiasto Lukita, dan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil.

Presiden berharap kaum muda tidak grogi dan ragu dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan. Indonesia saat ini tertinggal jauh dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Presiden meyakini etos kerja yang baik dapat membuat Indonesia bisa mengatasi ketertinggalan dari negara tetangga.

"Pemuda itu tidak boleh mudah pesimistis dan gampang ragu. Harus miliki semangat juang hidup yang tinggi," tuturnya.

Menurut Presiden, Indonesia ialah negara besar. Selain besar, juga beragam dari segi bahasa, suku, hingga tradisinya, yang sering terlupakan.

"Negara sebesar ini tantangannya juga besar. Tidak boleh kita takut dan ragu menghadapi tantangan, apalagi anak-anak muda," katanya.

Indonesia, kata Jokowi, juga telah memiliki target pembangunan. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, di 2045 Indonesia diunggulkan untuk menjadi empat besar negara dengan ekonomi yang kuat.

"Untuk mencapai itu harus banyak yang kita ubah, memang betul bahwa bangsa ini perlu ge-rakan restorasi," tuturnya.

Gerakan restorasi diperlukan untuk merombak pola pikir lama yang menghambat kemajuan bangsa. Ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain disebabkan lamanya pengambilan keputusan untuk berani berubah.

"Kalau kita tidak cepat dan efektif dalam mengambil keputusan, Indonesia akan begini-begini saja. Mari bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat tinggi," tegas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan ABN berdiri untuk mencetak calon pemimpin yang dapat berkontribusi kepada bangsa. "Mereka harus mampu memberikan apa yang terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Surya.

Sabang sampai Merauke

Gubernur ABN Partai NasDem, IGK Manila, di hadapan Presiden Jokowi menerangkan bahwa ABN angkatan II berbeda dengan angkatan sebelumnya, terutama dalam hal jumlah siswa.

Menurut IGK Manila, jumlah siswa ABN angkatan II meningkat dari sebelumnya 500 menjadi 517 peserta didik yang datang dari Sabang sampai Merauke.

"Nantinya mereka akan menempuh pendidikan dengan tiga materi utama, yaitu kepribadian, kebangsaan, dan kepartaian selama empat bulan di kampus ABN," ujarnya.

Mantan Manajer Persija Jakarta itu menerangkan bahwa bergulirnya ABN ialah untuk membentuk karakter anak-anak muda calon pemimpin Indonesia di masa depan. (Mtvn/Ant/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More