Naik Haji Mulai dari Zaman Kapal Laut

Penulis: Sri Utami/H-2 Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 08:10 WIB Humaniora
Naik Haji Mulai dari Zaman Kapal Laut

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

DENGAN mengenakan batik bercorak ungu hijau dan tas yang diselempangkan ke samping serta kopiah putih, Mochammad Hasan Saad, 93, setia menanti namanya dipanggil petugas. Sesekali dia bersenda gurau dengan sesama jemaah haji sembari terus menyimak petugas.

Ketika mengawali pembicaraan, kakek yang sehari-hari beraktivitas sebagai guru mengaji itu mengingat kembali saat pertama kali menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Dia mengaku sudah 20-an kali menunaikan ibadah haji sejak 1960. "Dulu saya naik haji pakai kapal. Lama perjalanannya sampai empat bulan. Capek, tapi karena tujuannya ibadah, capeknya tidak dirasa," ungkapnya saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ia bersama jemaah lain yang tergabung di kloter satu dijadwalkan terbang ke Tanah Suci dini hari tadi.

Jemaah asal Cipinang, Jakarta Timur, itu mengatakan pengurusan haji saat ini jauh lebih menguntungkan jemaah. Hanya saja, Hasan merasa saat ini lebih banyak atribut yang harus dikenakan.

"Sekarang itu diurusi segala urusan administrasinya dan dulu tidak disuruh foto (biometrik) seperti sekarang. Fotonya nanti pas di sana. Terus harus pakai kartu yang digantung-gantung begini," ujarnya.

Hasan mengungkapkan, dalam pengurusan administrasi dia dan keluarganya takjub dengan satu aturan, yakni pengembalian uang paspor. "Lumayan karena saya berangkat haji bersama keluarga, bertujuh," tuturnya.

Namun, dia meyakini setiap rupiah yang dia keluarkan untuk berhaji akan dikembalikan Allah SWT. Hal itu, menurutnya, sudah terbukti sebab dia bisa kembali menginjak tanah suci dengan uang yang dia tabung selama ini.

"Manfaat dari haji itu besar, hidayahnya juga besar, dan kalau bicara soal uang haji, jangan khawatir, Allah akan mengembalikan lagi uang itu. Yang penting niatnya benar untuk beribadah," papar pria yang masih kerap mengendarai motor di usia senjanya itu.

Kepala Bagian Humas Embarkasi Jakarta Affat Sofwan menjelaskan pada pemberangkatan haji kloter pertama dari DKI Jakarta, Mochammad Hasan Saad merupakan jemaah tertua. Jemaah termuda ialah Sofamarwah yang berusia 21 tahun dari Cakung, Jakarta Timur.

"Untuk kloter pertama ini jemaah usia tertua 93 tahun dan termuda 21 tahun. Semua sehat dan siap berangkat," tandasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More