Juara Sejati yang Tetap Membumi

Penulis: AFP/Skysport/Mln/R-3 Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 07:50 WIB Sepak Bola
Juara Sejati yang Tetap Membumi

AFP PHOTO / Patrick HERTZOG AND Franck FIFE

KESUKSESAN sebuah tim menjadi juara memang tidak lepas dari kepiawaian seorang pelatih dalam meracik strategi. Begitu pun keberhasilan Prancis dalam menjuarai Piala Dunia Rusia 2018.

Semua itu tidak lepas dari tangan dingin Didier Deschamps. Di tangannya, les Bleus--julukan timnas Prancis--menjelma menjadi tim yang paling efisien, sedikit pragmatis, tetapi tetap atraktif. Hal itu bisa dilihat saat mereka menyingkirkan tim-tim favorit lainnya sebelum melaju hingga ke partai puncak, yakni Argentina, Uruguay, dan Belgia.

Hal itu diungkapkan mantan pemain Inggris, Gary Neville. Di tangan Deschamps, Prancis punya mental juara dan pragmatisme yang dibutuhkan untuk menang.

"Mereka bukan cuma punya pemain bagus, melainkan mereka tahu bagaimana harus bermain. Mereka tidak harus bermain bagus untuk menang. Mereka juga membuktikan bahwa tidak melulu penguasaan bola seperti yang dipraktekkan Spanyol dan Jerman dengan pengaruh Pep Guardiola bisa sukses," cetusnya.

"Mereka membiarkan lawan menguasai bola, lalu tiba-tiba mereka menyerang dan menjatuhkan lawan, tapi jangan pula berpikir mereka tidak mengontrol laga. Mereka tetap mengontrol tanpa harus menguasai bola," lanjut legenda Manchester United itu.

Terlepas dari pernyataan Neville itu, faktanya Deschamps selalu menjadi pemenang. Saat menjadi kapten tim 'Ayam Jantan', ia sukses mengantarkan Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Ia juga sukses mengangkat trofi Liga Champions bersama Marseille dan Juventus.

Kini ia bahkan menjadi orang ketiga dalam sejarah yang sukses memenangi trofi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, setelah legenda Brasil, Mario Zagallo, dan legenda hidup Jerman, Franz Beckenbauer.

"Tentu saja menyenangkan disandingkan dengan mereka. Kami mungkin meraih sukses yang sama, tapi bagaimanapun mereka dua pesepak bola yang hebat pada masanya. Sementara itu, saya pemain biasa saja, meski punya banyak gelar."

"Saya hanya melihat dalam sepak bola jika Anda tahu cara bertahan dengan baik, Anda bisa yakin bahwa Anda akan mendapatkan setidaknya dua atau tiga peluang dalam serangan balik atau dari bola mati."

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More