Mendag Janji Harga Telur Turun

Penulis: (Pra/BY/AD/RF/HK/N-2) Pada: Senin, 16 Jul 2018, 23:15 WIB Nusantara
Mendag Janji Harga Telur Turun

ANTARA FOTO/Rahmad

TINGGINYA harga telur dan daging ayam membuat Menteri Perdagangan ­Enggartiasto Lukita memanggil para produsen, kemarin. Menteri menjanjikan akan ada perubahan dalam satu pekan ke depan.

“Jika dalam satu pekan tidak ada penurunan harga, pemerintah dan perusahaan integrator akan melakukan intervensi pasar. Harus ada penurunan tren harga, tidak harus turun drastis, bertahap saja,” ujar Enggar.

Dia mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat harga telur dan daging ayam melonjak. Yang pertama produktivitas terganggu karena larangan penggunaan antibiotic growth promoter atau AGP. AGP sebelumnya dipakai untuk menjaga metabolisme ayam sehingga lebih kebal terhadap penyakit. Namun, karena dianggap memiliki residu yang berbahaya bagi manusia, sejak 1 Januari pemerintah melarang penggunaan bahan itu.

Penyebab lain ialah permintaan masyarakat yang tinggi sejak Ramadan dan Lebaran.

“Pemerintah tengah berupaya untuk merapikan tata niaga ayam dan telur dengan mewajibkan para pelaku usaha dari peternak hingga distributor untuk melakukan registrasi dan menyuplai data riil kepada pemerintah.”
Keinginan Mendag mendapat tanggapan positif dari Pinsar Petelur Nasional (PPN).

“Sekarang juga sudah turun, di peternakan saat ini sudah sekitar Rp21 ribu-Rp22 ribu per kilogram. Harga di pasar memang butuh waktu bertahap,” ujar Ketua PPN Feri.

Ia memastikan, dalam satu pekan ke depan harga ayam dan telur sangat mungkin turun karena masa liburan anak sekolah sudah berakhir. “Permintaan akan turun sehingga berdampak pada harga.”

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Heri Dermawan juga memprediksi harga ayam akan segera turun dalam 10 hari ke depan. “Harga melonjak karena suplai terganggu selama Ramadan dan Lebaran. Sejak H-7 sampai H+7 Lebaran tidak ada yang memasok ayam.”

Feri dan Heri juga sepakat penurunan produktivitas juga memicu tingginya harga telur dan daging ayam. Sejumlah daerah juga bersiap menggelar operasi pasar murah untuk menurunkan harga daging dan telur ayam.

“Saya sudah minta dinas perindustrian dan perdangan menggelar operasi pasar murah. Selain menjaga stabilitas harga, kami juga akan memastikan kualitas daging dan telur ayam di Kota Bandung memenuhi syarat kesehatan,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Langkah serupa juga dijanjikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf. “Kami tidak akan membiarkan masyarakat membeli telur dengan harga Rp28 ribu per kilogram. Kami akan menggandeng Bulog untuk menggelar operasi pasar telur ayam, dengan target harga bisa turun Rp17 ribu per kilogram.” (Pra/BY/AD/RF/HK/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More