Kota Tua Semrawut, Pejabat Saling Tuding

Penulis: (Mal/J-3) Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 04:00 WIB Megapolitan
Kota Tua Semrawut, Pejabat Saling Tuding

MI/PIUS ERLANGGA

PENATAAN pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, seolah tidak pernah selesai. Sejumlah PKL justru kian ramai mengokupasi trotoar. Misalnya, di Jalan Kunir, Jalan Lada, dan Jalan Pos, PKL memenuhi trotoar. Bahkan, di antaranya mereka ada yang menggunakan jalan. Akibatnya, saban hari kawasan itu macet.

Di kondisi seperti itu, dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta saling lempar tanggung jawab. Padahal, kawasan Kota Tua akan jadi salah satu pusat destinasi wisata Asian Games yang tinggal satu bulan lagi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, dan Perdagangan (UMKMP) DKI Jakarta, Irwandi, meminta ketegasan Satpol PP untuk menertibkan PKL yang memenuhi trotoar di kawasan Kota Tua. "Kami sudah tanya ke Pak Wali (Wali Kota Jakarta Barat) bagaimana nih penertibannya. Saya enggak punya anggota. Saya dari dulu teriak-teriak tergantung Satpol PP bersih enggak bersihnya (PKL). Jangan lempar ke saya lagi," ujar Irwandi, Senin (16/7).

Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengaku heran dengan sikap Dinas UMKMP. Kembalinya pedagang ke jalan dari lokasi binaan Kota Intan terjadi karena letaknya jauh dari Museum Fatahillah sebagai pusat keramaian. Sebaiknya, Dinas UMKMP menyediakan lokasi baru untuk pedagang. "Saya enggak mengerti (dengan Dinas UMKP). Kalau cuma ditertibkan enggak akan selesai, tertibkan anggota, santai masuk lagi. Cari lokasi baru, misalnya, di lahan Kantor Pos Indonesia, koordinasi sama konsorsium (Kota Tua). Saya rasa Dinas UMKMP cuma males data PKL lagi," kata Tamo.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More