Pengamat Sebut Demokrat Tengah Posisikan sebagai Parpol Penentu

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 17:30 WIB Politik dan Hukum
Pengamat Sebut Demokrat Tengah Posisikan sebagai Parpol Penentu

Ist

PENGAMAT Politik Emrus Sihombing menilai komunikasi politik yang tengah dilakukan oleh Partai Demokrat saat ini adalah untuk menaikkan posisi tawar kepada koalisi partai politik. 

Dengan begitu, ia bisa menjadi penentu bagi koalisi partai politik yang belum memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau yang belum menemukan titik temu di internal koalisinya.

"Demokrat ingin memainkan politik dimana dia menjadi penentu. Demokrat melihat dimana posisi yang bisa menguntungkan dia," kata Emrus saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/7).

Untuk diketahui, kini demokrat tengah menjalin komunikasi baik dengan koalisi partai politik pendukung Joko Widodo maupun partai politik lainnya yang belum menentukan siapa calon presiden yang akan diusung.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari membantah bahwa partainya tengah menaikkan posisi tawar dengan belum menentukan sikap siapa yang akan diusung Demokrat.

"Bukan soal menaikkan posisi tawar, tapi parpol lain kan memang secara formal belum menyatakan akan ke A, ke B," katanya. Saat ini, sambung dia, parpol tengah memfokuskan diri pada tahap pendaftaran bakal caleg ke KPU.

Adapun terkait pertemuan antara Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto dengan PDI Perjuangan pada Jumat (13/7) kemarin, Imelda menegaskan bahwa kedatangan Agus bukan lah atas arahan dari pimpinan partai. 

Kendati demikian, katanya, hasil pertemuan tersebut mungkin saja akan dilaporkan ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Mungkin setelah itu dilaporkan ke Ketum, saya belum update. Dalam politik kan bisa saja bertemu dengan siapa saja membangun komunikasi, sangat mungkin," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More