Disdik Bekasi Akui tidak Bisa Tangani Modus Menumpang KK di PPDB

Penulis: Antonio Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 13:23 WIB Megapolitan
Disdik Bekasi Akui tidak Bisa Tangani Modus Menumpang KK di PPDB

MI/Akhmad Safuan

DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi angkat bicara tentang dugaan siswa yang menumpang ke Kartu Keluarga (KK) kerabat demi diterima dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. Walau mengaku tidak menerima laporan, Disdik Bekasi tidak bisa menutup celah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzie mengatakan PPDB berbasis daring (online) berjalan sesuai dengan sistem yang sudah diatur.

"Kita sudah menggunakan sistem tidak berpikir ke situ lagi," kata Ali, Jumat (13/7).

Perihal dugaan warga yang pindah ke KK kerabat bukan kewenangan pihaknya. Pihaknya pun hanya mengurus perihal seleksi PPDB yang dilakukan orang tua dan peserta didik.

"Karena soal administasi kependudukan ada di dinas lain," ujarnya.

Sejumlah warga disebut pindah ke Kartu Keluarga (KK) kerabatnya demi masuk dalam jalur zonasi tingkat kelurahan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Warga Kecamatan Mustikajaya, Rina, 50, mengatakan, ada sejumlah warga dari luar kelurahannya yang masuk ke SMP Negeri 26 yang ada di perumahannya.

Ia mendapatkan informasi tersebut dari orang tua siswa yang anaknya satu kelas dengan anaknya. Kata dia, warga itu pindah ke KK lain sejak enam bulan sebelum dibukanya PPDB online. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More