Mentan dan Wagub DKI Tunggangi Kuda Pacuan Asian Games

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 13:02 WIB Megapolitan
Mentan dan Wagub DKI Tunggangi Kuda Pacuan Asian Games

Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menunggangi kuda di Venue Equestrian Pulo Mas Jakarta Timur

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Sabtu (14/7) pagi, mengunjungi arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), salah satu venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018.

Amran didampingi Sandiaga langsung memasuki arena pacuan dan menjajal dua kuda jenis Dutch Warmblood.

Ketika dalam arena, Sandiaga mempersilakan Amran untuk memilih terlebih dahulu kuda yang akan ditunggangi.

Amran pun menunggangi kuda berwarna putih bernama Denver, sedangkan Sandiaga menunggangi kuda berwarna cokelat bernama Ekuador.

Saat menunggangi kuda, tampak sedikit muka khawatir dan ketakutan di wajah Amran. Sebaliknya, Sandiaga justru terlihat tenang dan lihai mengendalikan kuda pacuannya.

"Ini saya keringatan bukan karena olahrga, tetapi karena takut. Kudanya stress ini barangkali," kata Amran sembari tertawa.

Namun, Amran memilih segera turun dari kuda ketika para awak media memintanya menunggangi kuda memutari arena pacuan.

Sebaliknya, Sandiaga terlihat lihai memutari hampir setengah arena didampingi pengurus Federasi Equestrian Indonesia (FEI), Rafiq Radinal Mochtar.

"Jadi mirip-mirip sama kuda Prabowo yang suka saya pegang-pegang di Hambalang," kata Sandiaga.

Ada pun kedatangan Amran dan Sandiaga adalah untuk meninjau kesiapan venue untuk Olahraga Balap Kuda di JIEPP.

Selain itu, Kementerian Pertanian pun sudah menyiapkan tim khusus untuk mengawal kesehatan kuda para atlet yang didatangkan dari masing-masing negara.

Khusus untuk kontingen atlet Indonesia, ada 15 kuda, termasuk di antaranya tiga kuda cadangan yang didatangkan dari Belanda dan Jerman. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More