Imunisasi MR Sasar Anak Suku Terasing di Riau

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 12:59 WIB Nusantara
Imunisasi MR Sasar Anak Suku Terasing di Riau

ANTARA/Destyan Sujarwoko

DINAS Kesehatan (Dinkes) Riau menjadikan anak-anak suku terasing dan komunitas adat yang tersebar di sejumlah wilayah pedalaman sebagai salah satu target utama imunisasi measles atau campak dan rubella (MR).

Dari total 1.955.659 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sasaran imunisasi MR di Riau tahun ini, sekitar 1% merupakan anak-anak dari suku terasing yang hidup terpencil.

"Daerah suku terasing yang banyak di Riau menjadi target kita untuk imunisasi MR. Tidak ada dibeda-bedakan, semua anak di Riau sama menjadi sasaran kita," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nasir kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Sabtu (14/7).

Dia menjelaskan, imunisasi campak dan rubella fase 2 pada tahun ini akan digelar serentak pada Agustus dan September di seluruh Sumatra.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah memasang target sebesar 95% dari total 1.655.659 anak umur 9 bulan hingga 15 tahun dapat mendapatkan manfaat dari program imunisasi gratis tersebut.

"Sebelumnya pada tahun lalu, imunisasi MR fase 1 di Pulau Jawa telah sukses dilaksanakan. Pada fase 2 ini, kita di Riau turut melaksanakannya," jelas Mimi.

Dia mengungkapkan, sejumlah suku terasing yang terdata di Riau di antaranya Suku Sakai, Talang Mamak, Kubu atau Orang Rimba, dan Suku Akit atau Suku Laut.

Selain itu terdapat tiga daerah yang menjadi tantangan program imunisasi MR yakni Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Rokan Hilir. Akses transportasi di daerah-daerah tersebut sangat terbatas.

"Karena itu, kita melibatkan semua pihak mulai dari pemerintah daerah setempat, Dinas Pendidikan, para ulama, dan tenaga kesehatan yang khusus dikirim ke daerah-daerah terpencil," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Riau Muhammad Ridwan mengatakan pihaknya bersama dinas kependudukan akan mengumpulkan data kelompok-kelompok keluarga suku terasing di Riau.

Selain itu, juga diperkirakan terdapat sejumlah keluarga yang karena faktor tertentu seperti para pekerja ilegal logging yang menyembunyikan diri secara kelompok di daerah pedalaman.

"Kelompok-kelompok masyarakat yang bersembunyi ini pernah terbongkar dalam kasus KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit difteri di Kabupaten
Pelalawan, Riau. Ada sejumlah keluarga yang tidak mimiliki data apapun di pedalaman Kabupaten Pelalawan dan terserang wabah penyakit," jelasnya.

Provincial Immunization Unicef Yusrizal Putra Chandra mengatakan pihak bersama Komda KIPI akan mengawasi langsung pelaksanaan imunisasi serentak di Riau. Termasuk sasaran imunisasi terhadap kawasan hutan adat dan suku-suku komunitas terasing di Riau.

"Saya tahu persis tentang Suku Akit atau Suku Laut ini. Jumlah mereka tidak terlalu banyak dan kita bisa kejarkan untuk imunisasi MR," ujarnya.

Sejauh ini, pelaksanaan kampanye imunisasi MR akan fokus ke sekolah-sekolah. Di antaranya lembaga pendidikan mulai dari PAUD, playgroup, TK, SD, tsanawiyah, dan sekolah sederajatnya. Pencanangan program imunisasi MR di Riau akan dilakukan pada 1 Agustus.

Selanjutnya, pada September, pelaksanaan imunisasi MR akan dilakukan di pos-pos pelayanan kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Penyakit campak atau maesles sekitar 89% menyerang anak usia 0 hingga di bawah 15 tahun. Gejalanya berupa demam, bercak kemerahan di tubuh, mata merah, timbul ruam pada muka dan leher, hingga menyebabkan radang otak, radang paru, dehidrasi dan kematian.

Adapun penyakit rubella menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata atau katarak, tuli, keterlambatan perkembangan, dan  kerusakan jaringan otak. Gejalanya demam, ruam ringan. Namun, sekitar 50% kasus tidak bergejala. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More