NasDem tidak Khawatir Kekurangan Caleg

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 12:49 WIB Politik dan Hukum
NasDem tidak Khawatir Kekurangan Caleg

MI/PANCA SYURKANI

PARTAI NasDem tidak khawatir kekurangan calon legislatif guna diusung pada Pemilu 2019.

Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan pihaknya bisa merangkul seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi caleg maupun calon kepala daerah. Sebabnya, menurut Partai NasDem, seluruh rakyat Indonesia bisa menjadi wakil rakyat di parlemen baik pada tingkat pusat maupun daerah.

"NasDem tidak khawatir kekurangan caleg karena NasDem berpendapat seluruh warga Indonnesia bisa menjadi anggota legislatif," kata Irma dalam diskusi Perspektif Indonesia yang mengangkat tema Gampang Susah Cari Caleg di Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).

Irma mengatakan banyak figur terkenal yang ingin menjadi politisi sebagai langkah baru mengabdi pada negara yang menjadikan Partai NasDem sebagai tempat pelabuhan. Hal itu didorong prinsip Partai NasDem yang tidak meminta mahar politik dari kadernya.

"Kami tidak meminta sumbangan parpol. Jadi dengan prinsip tanpa mahar inilah yang menjadikan Partai NasDem dilirik banyak pihak," terangnya.

Bagi pendatang baru di dunia politik dan ingin menjadi caleg, NasDem pun menyediakan Sekolah Legislatif Nasional. Sekolah itu khususnya memberi edukasi bagi kader-kader yang ingin menjadi caleg baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Jadi tidak perlu khawatir mengenai kapasitas dan kapabilitas kader yang diusung. Kami menjamin setiap kader telah ditempa dengan baik sehingga layak maju sebagai caleg," tandasnya.

Sementara itu, khusus untuk merangkul dan mengedukasi kader perempuan, NasDem memiliki Garda Wanita (Garnita) Malahayati. Suborganisasi itu, menurut Irma, telah berhasil berkontribusi meloloskan puluhan kader perempuan menempati kursi di parlemen.

"Sejak awal, komitmen NasDem memajukan perempuan itu konsisten sehingga kami tidak pernah kesulitan menempatkan kader perempuan," tukasnya.

Hal itu, kata Irma, bisa menjadi contoh bagi parpol lain dalam menghadapi krisis keberadaan kader perempuan di internal partai. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More