Caleg PDIP Perpaduan Kader Ideologis Pancasilais dan Voter Friendly

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 11:33 WIB Politik dan Hukum
Caleg PDIP Perpaduan Kader Ideologis Pancasilais dan Voter Friendly

MI/Susanto

PDI Perjuangan menegaskan komitmen mereka untuk mencalonkan anggota legislatif di seluruh tingkatan dengan mengedepankan perpaduan antara kader ideologis Pancasilais dan tokoh-tokoh dengan berbagai latar belakang profesi, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, tokoh agama, purnawirawan TNI dan POLRI, budayawan,  dan representasi basis pemilih Partai seperti petani, buruh, nelayan, perempuan, pemilih milenial, dan pemilih pemula.

“Perpaduan kader dan voters friendly ini penting guna menghadirkan PDI Perjuangan sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

Mengenai artis yang menjadi caleg PDI P, Hasto menegaskan, "Kami tidak sembarangan memilih artis. Kami hanya mencalonkan mereka yang memiliki kepribadian kuat, mampu menjadi corong bergeloranya rasa cinta pada tanah air, dan mengedepankan kebribadian bangsa serta respek terhadap kebudayaan nusantara yang begitu berwarna, indah dan penuh pesona. Pendeknya artis yang berkarakter, dan mampu menjadi ikon Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaanlah yang kami pilih”

Dengan bauran konfigurasi caleg tersebut, PDI Perjuangan meyakini bisa benar-benar hadir sebagai partai yang menarasikan Indonesia Raya dalam setiap keputusan politiknya

Pendaftaran caleg PDI P akan dilakukan pada 17 Juli 2018. Menurut Hasto pemilihan tanggal itu mengambil spirit angka 17, cermin semangat kemerdekaan dan pembebasan bagi wong cilik sebagai basis pemilih utama Partai.

“Semua caleg wajib mengikuti sekolah partai dan mereka akan dilatih menjadi kekuatan yang menyatu dengan rakyat untuk memenangkan PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi," pungkasnya. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More