Saleh Husin Jagokan Kroasia Jadi Juara Piala Dunia

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 10:27 WIB Sepak Bola
Saleh Husin Jagokan Kroasia Jadi Juara Piala Dunia

DOK PRIBADI

FINAL Piala Dunia 2018 di Rusia akhirnya mempertemukan Prancis dan Kroasia. Setelah melibas satu demi satu lawan masing-masing di babak sebelumnya, tim mana yang lebih dijagokan jadi jawara di Luzhniki Stadium Moskow, Minggu (15/7)?

Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang juga penggemar sepak bola dan futsal, mengunggulkan Kroasia untuk mampu mengatasi Prancis.

“Tentu saya berharap Kroasia akan keluar sebagai pemenang dan memboyong trofi Piala Dunia, sekaligus menjadi negara yang baru menjadi juara dunia pertama kalinya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/7).

Dia juga memprediksi jalannya pertandingan akan sama kuat. Luka Modric, Ivan Perisic, dan Mario Mandzukic bakal lebih tajam dibanding saat menjungkalkan Inggris pada laga semifinal.

Sebagai tim yang tampil mengejutkan dan bukan unggulan alias kuda hitam, Kroasia diyakininya bakal bermain lepas dan menyerang tanpa beban. Kekuatan tim berjuluk Vatreni ialah mental kuat, kompak, terorganisasi dengan baik, dan lini tengah yang berkualitas.

Meski begitu, kecepatan dan kelincahan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann tetap harus diwaspadai pemain belakang Kroasia. Dari segi pencapaian di pentas sepak bola terakbar sejagat, Tim Ayam Jantan merupakan juara Piala Dunia 1998.

Pada ajang di tahun itu pula, Kroasia mencatatkan prestasi terbaiknya yakni mencapai semifinal. Menariknya, di babak ini Kroasia mesti takluk dari Prancis. Kroasia kemudian meraih peringkat tiga setelah menang 2-1 atas Belanda pada perebutan tempat ketiga.

“Nah pertemuan di semifinal Piala Dunia 1998 itu bisa menjadi bahan bakar semangat Kroasia untuk membalas kekalahan,” ulas Saleh Husin yang kini menjadi Managing Director Sinar Mas itu.

Kroasia terbilang sebagai negara kecil dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa dengan peringkat FIFA ke-20. Sementara Prancis berpenduduk 67 juta jiwa dan menduduki peringkat FIFA ke-7.

“Ini pertandingan seperti David melawan Goliath,” katanya merujuk perbandingan kedua negara yang berselisih jauh.

Selain itu, dengan Prancis yang ingin meraih juara kedua kalinya, permainan akan menarik dan jika saking alotnya bisa-bisa dilanjutkan perpanjangan waktu dan mungkin ditentukan dengan drama adu pinalti.

Dia juga mengaku memang menunggu-nunggu momen final Piala Dunia ini. Awalnya, tim jagoannya adalah Brasil.

“Tapi, seperti pendukung tim Samba lainnya, kita harus berjiwa besar karena Neymar dan kawan-kawan harus pulang kampung duluan,” ujar Saleh yang selalu nonton bareng di Kemang Village bersama putra dan koleganya.

Menurutnya, nobar di kawasan itu sangat meriah, ramai dan atmosfernya seolah berada di stadion. Selain itu masih terhitung dekat dari kediamannya di Pejaten dan dapat berkumpul bersama rekan-rekan sesama penggila bola. (RO/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More