Mantan PM Pakistan Ditangkap

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 09:09 WIB Internasional
Mantan PM Pakistan Ditangkap

AFP

MANTAN Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Jumat (13/7) malam, ditangkap ketika kembali ke Kota Lahore dari London untuk menjalani masa hukuman penjara 10 tahun dalam perkara korupsi.

Sharif, yang didampingi putrinya, Maryam Nawaz, mendarat di Lahore sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

Maryam juga dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun.

Sharif, dan putrinya, berada di London untuk merawat istrinya, yang sakit berat ketika pengadilan antikorupsi menjatuhkan hukuman penjara bagi mereka karena korupsi.

Petugas keamanan bandara mengelilingi Sharif dan Maryam serta mengarahkan mereka untuk memasuki pesawat lain, yang akan membawa keduanya ke lembaga pemasyarakatan di Kota Rawalpindi di dekat ibu kota negara Pakistan, Islamabad.

Pengadilan Akuntabilitas, yaitu pengadilan antikorupsi Pakistan, 6 Juli lalu, menetapkan Nawaz Sharif memiliki kekayaan jauh di luar pendapatannya serta menyembunyikan properti di luar negeri.

Pengadilan menjatuhkan denda sebesar 8 juta pound sterling (sekitar Rp152,2 miliar) atas Nawaz Sharif dan 2 juta pound sterling (sekitar Rp38 miliar) kepada Maryam Nawaz.

Menantu laki-laki Nawaz Sharif, Mohammad Safdar, dikenai hukuman penjara selama satu tahun.

Pada Juli 2017, Sharif harus mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah Mahkamah Agung menetapkan bahwa Sharif tidak dapat menjalankan jabatan pemerintahan apa pun karena menyembunyikan pendapatannya.

Pada April, pengadilan tertinggi itu juga melarang Sharif seumur hidupnya menjabat anggota parlemen dan memimpin partai politik. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More