FIFA Denda Swedia dan Kroasia

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 11:15 WIB Sepak Bola
FIFA Denda Swedia dan Kroasia

AFP/FABRICE COFFRINI

ASOSIASI sepak bola Swedia (SvFF) dan Kroasia (HNS), Jumat (13/7), masing-masing didenda 50.000 franc Swiss oleh FIFA karena sejumlah pemain mereka melangggar peraturan-peraturan pemasaran dan media badan sepak bola dunia itu terkait perlengkapan bermain.

Swedia, yang telah pulang ke negaranya dari Piala Dunia setelah tersingkir, didenda karena pelanggaran serupa saat mereka dikalahkan Inggris di perempat final.

SvFF mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima sanksi terkait kelengkapan dan kaus kaki.

"Meski sebelumnya telah diminta menghentikan aktivitas yang memicu pelanggaran dan menerima sanksi pada 6 Juli 2018, seorang anggota tim nasional Swedia (bukan beberapa pemain seperti pada kasus sebelumnya) menampilkan merek komersial yang tidak sah pada perlengkapan permainan pada pertandingan perempat final melawan Swedia dan Inggris," kata FIFA.

Finalis Piala Dunia, Kroasia, yang akan menghadapi Prancis di Stadion Luzhniki Moskow pada Minggu, juga didenda.

"Denda sebesar 50.000 franc Swiss dan peringatan kepada Federasi Sepak Bola Kroasia karena melanggar Peraturan Media dan Pemasaran dan Peraturan Peralatan FIFA," kata FIFA.

"Secara khusus dan meski sebelumnya telah diminta FIFA untuk menghentikan aktivitas yang memicu pelanggaran dan menerima sanksi pada 5 Juli 2018, seorang anggota tim nasional Kroasia menampilkan merek komersial tidak sah pada perlengkapan permainan pada pertandingan semifinal antara Kroasia dan Inggris," kata mereka. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More