Ledakan Bom Bunuh Diri di Kampanye Pakistan, 128 Orang Tewas

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 07:35 WIB Internasional
Ledakan Bom Bunuh Diri di Kampanye Pakistan, 128 Orang Tewas

AFP/BANARAS KHAN

SEBUAH ledakan bom bunuh diri terjadi di tengah-tengah kerumunan warga yang menghadiri kampanye politik di Pakistan, Jumat (12/7), menewaskan 128 orang dan menyebabkan 150 orang lainnya terluka. Itu merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Ledakan di Kota Mastung, dekat Ibu Kota Provinsi Balochistan, Quetta, merupakan serangan terbaru terhadap aktivitas kampanye menjelang pemilu pada 25 Juli dan menggarisbawahi kerentanan keamanan Pakistan.

Pihak berwenang Pakistan mengatakan pelaku serangan bom bunuh diri itu meledakkan diri di tengah-tengah lokasi tempat pertemuan politik itu digelar.

"Potongan tubuh dan darah berserakan dimana-mana di lokasi itu. Jeritan dan tangis orang-orang yang terluka juga terdengar," ujar wartawan lokal Attah Ullah.

Salah satu pekerja politik Salam Baloch mengaku mendengar sebuah ledakan keras serta melihat asap abu-abu dan api.

"Orang-orang meletakkan jenazah dan mereka yang terluka di atas rickshaw dan kendaraa lainnya untuk dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

"Korban tewas berjumlah 128 orang," ujar Menteri Dalam Negeri Balochistan Agha Umar Bungalzai.

Salah satu korban tewas ialah Siraj Raisani, kandidat anggota senat provinsi dari partai baru Balochistan Awami Party (BAP)

Serangan kali ini merupakan yang paling mematikan setelah serangan militan Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar pada 2014 yang menewaskan lebih dari 150 orang, mayoritas anak-anak. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More