Mainkan Laga Terpanjang Kedua Sepanjang Sejarah, Anderson ke Final Wimbledon

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 07:14 WIB Olahraga
Mainkan Laga Terpanjang Kedua Sepanjang Sejarah, Anderson ke Final Wimbledon

AFP/Ben Curtis

KEVIN Anderson menjadi petenis putra Afrika Selatan pertama dalam tempo 97 tahun yang melaju ke final Wimbledon. Anderson melaju ke final setelah mengalahkan John Isner dalam laga terpanjang kedua sepanjang sejarah Grand Slam, Jumat (13/7).

Petenis berusia 32 tahun itu menang 7-6 (8/6), 6-7 (5/7), 6-7 (9/11), 6-4, dan 26-24 dalam tempo enam jam dan 36 menit.

Isner sebelumnya memenangi laga terlama sepanjang sejarah Grand Slam setelah mengalahkan Nicolas Mahut dalam laga yang berlangsung selama 11 jam dan lima menit dalam tempo tiga hari di putaran pertama Wimbledon 2010.

Anderson yang menjadi petenis putra Afrika Selatan kedua yang melaju ke final Wimbledon setelah Brian Norton pada 1921 akan berhadapan dengan pemenang laga antara Novak Djokovic dan Rafael Nadal pada final pada Minggu (15/7).

Laga antara Anderson dan Isner itu merupakan laga terlama di babak semifinal Wimbledon mengalahkan rekor sebelumnya, 4 jam dan 44 menit, saat Djokovic mengalahkan Juan Martin del Potro pada 2013.

"Saya tidak tahu harus berkata apa saat ini. Bermain dalam kondisi seperti ini sangat berat bagi kami berdua," ungkap Anderson.

"Rasanya seperti imbang namun harus ada yang menang. John adalah pribadi yang hebat. Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa bermain selama itu dan harus kalah."

"Saya minta maaf karena saya tidak terdengar senang. Di akhir laga seperti ini, Anda tidak bisa merasakan apa pun. Namun, yang pasti, saya berhasil lolos ke final," imbuh unggulan kedelapan itu.

Setelah mengalahkan juara bertahan Roger Federer, juga lewat lima set, di perempat final, Anderson sukses membukukan kemenangan ke-300 sepanjang kariernya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More