Sukses Kendalikan Inflasi, BI NTT Raih Nominasi TPID Award

Penulis: Palce Amalo Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 08:45 WIB Nusantara
Sukses Kendalikan Inflasi, BI NTT Raih Nominasi TPID Award

MI/PALCE AMALO

BANK Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih nominasi untuk 'TPID Award' 2018 setelah berhasil menekan laju inflasi di daerah itu selama lima tahun berturut-turut.

NTT juga menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia Timur yang inflasinya terkendali dengan baik.

"Sudah dikonfirmasi soal TPID Award. Disebutkan NTT akan menjadi juara pertama karena mampu menekan laju inflasi," kata Kepala BI Kantor Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Kupang, Sabtu (14/7).

Pekan lalu, Tigor yang menjabat sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah  (TPID) NTT mengatakan telah melakukan teleconference bersama tim asesor TPID Award tersebut yang terdiri dari Kementerian Koordinator  Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri.

"Walau belum diumumkan, tetapi sebagi nominator saja merupakan  langkah yang sangat bagus buat NTT," ujarnya.

Menurutnya, pada 2013, inflasi NTT mencapai 8,41% (yoy), berhasil diturunkan menjadi 7,76% (yoy) pada 2014 dan diturunkan lagi menjadi 4,92% pada 2015.

Selanjutnya dalam dua tahun terakhir, inflasi di daerah  itu terus menurun yakni menjadi 2,38% di 2016 dan pada 2017 turun lagi menjadi 2%.

Keberhasilan tersebut dan kontribusinya dalam pengembangan ekonomi kreatif di NTT menyebabkan BI NTT juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi NTT pada Jumat (14/7).

Penghargaan diserahkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada acara  syukuran akhir masa jabatan yang dihadiri ratusan aparatur sipil negara (ASN), Forkompimda, dan investor yang telah menanamkan modalnya di berbagai bidang di daerah itu.

Tigor mengatakan BI NTT memberikan masukan kepada pemerintah mengenai peran BI dalam hal memitigasi resiko-resiko dan bagaimana upaya BI dalam mengendalikan inflasi.

Menurutnya, penurunan angka inflasi ini berkat kerja sama antara BI dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Frans Lebu Raya..

Selain itu, BI NTT juga turut mengembangkan ekonomi kreatif di daerah itu antara lain membangun enam kampung tenun dengan tujuan menyinergikan para penenun yang ada dilokasi-lokasi tersebut untuk bergabung.

Tenun yang dihasilkan di kampung tenun tersebut, dijadwalkan akan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 20 Juli 2018.

"BI juga membangun kampung tenun sebagai destinasi wisata serta destinasi pendidikan sangat penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan wisata," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More