Di HUT Ke-20, SPI Luncurkan Benih Padi Unggul

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 08:00 WIB Humaniora
Di HUT Ke-20, SPI Luncurkan Benih Padi Unggul

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Petani Indonesia (SPI) ke-20 ditandai dengan peluncuran benih padi unggul SPI 20. Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan benih padi SPI 20 adalah salah satu bentuk keberhasilan petani-petani SPI dalam usaha menegakkan kedaulatan benih untuk kedaulatan pangan.

“Selama 20 tahun, SPI telah berkomitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan petani anggotanya. Kehadiran benih SPI 20 ini, yang ditangkarkan dan digagas petani SPI, merupakan salah satu contoh capaian yang sudah dicapai organisasi ini,” papar Henry kepada ribuan massa SPI yang hadir dalam puncak peringatan perayaan HUT SPI ke-20 di Lapangan Desa Klanderan Kediri, Jawa Timur, Kamis (12/7).

Henry melanjutkan, di usianya yang ke-20, SPI sudah banyak berkiprah untuk mewujudkan keadilan agraria dan kesejahteraan petani melalui praktik-praktik perbenihan dan produksi pertanian secara agroekologis dan koperasi. SPI juga berperan aktif untuk mengusulkan dan mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan distribusi lahan dan kedaulatan pangan.

“Bagi SPI, kemandirian ekonomi petani tersebut hanya bisa dicapai dengan menerapkan konsep reforma agraria dan kedaulatan pangan, di antaranya melalui penguasaan masyarakat tani atas tanah dan benih sendiri sebagai alat produksi mereka, proses produksi secara agroekologis dan koperasi sebagai kelembagaan ekonomi kolektif petani", sambungnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jawa Timur Nurhadi Zaini. Ia menuturkan SPI, khususnya SPI Jawa Timur, akan terus berjuang dalam mewujudkan kedaulatan pangan dengan melaksanakan sistem produksi pangan berbasis agroekologi sebagai suatu sistem pertanian yang menyeluruh dan mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat pertanian.

“Sistem pertanian ini tidak menggunakan benih produksi korporasi, pupuk dan obat-obatan kimia, tetapi menggunakan benih petani, pupuk dan obat-obatan alami, pengetahuan tradisional yang ada di sekitar tanah pertanian dan adat petani,” tuturnya.

Nurhadi Zaini melanjutkan, dengan agroekologi, keluarga petani akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan sosial, alam menjadi lestari, lingkungan terjaga dan juga menghentikan ketergantungan petani terhadap produk korporasi.

Kusnan, petani SPI penangkar benih asal Tuban, Jawa Timur, menjelaskan benih padi unggul SPI 20 adalah padi silangan dari padi pendok dan padi IR 64, yang sudah bisa dipanen 75 hari setelah tanam.

“Rata-rata hasil panennya adalah enam ton per hektare, dan berpotensi delapan ton per hektare. Bahkan di uji coba di beberapa daerah, ada kenaikan signifikan dalam setiap panennya. Benih padi unggul SPI 20 tahan terhadap serangan wereng batang coklat, dan tidak disukai tikus, juga tahan terhadap hawar daun bakteri seperti kresek, xanthomonas, dan blas," tegasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More