Bertanya Langsung ke Profesional

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 06:15 WIB Teknopolis
Bertanya Langsung ke Profesional

APAKAH Anda kerap mencari jawaban di mesin peramban? Apakah terkadang jawaban pertanyaan yang Anda cari masih membuat bingung atau masih dipertanyakan meskipun pun mesin peramban itu telah menyusun jawaban sesuai dengan kata kunci atau pertanyaan yang dimasukkan dengan menyuguhkan sejumlah situs sebagai referensi?

Bagaimana bila pertanyaan Anda dijawab oleh profesional di bidangnya. Ya tidak salah, sebuah platform baru hadir membantu Anda menjawab pertanyaan yang Anda inginkan. Quora, platform berbagi pengetahuan melalui metode tanya jawab. Bagi sebagian orang, Quora sudah tidak asing, pasalnya sebelum ke bahasa Indonesia, aplikasi ini sudah eksis dalam versi bahasa Inggris.

Sejak Mei 2018, platform buatan Adam D'Angelo ini sudah dirilis ke versi Indonesia. Penggunanya bisa mengunduh aplikasinya melalui playstore atau masuk ke situsnya id.quora.com.

Melalui video conference dengan Media Indonesia, Rabu (27/6) CEO and Founder Quora, Adam D'Angelo menjelaskan bahwa tujuannya membangun Quora adalah untuk berbagi dan mengembangkan ilmu pengetahuan kepada siapa pun. Adam mengklaim jawaban-jawaban yang diberikan penggunanya melalui Quora merupakan jawaban yang berkualitas karena si pemberi jawaban memiliki kredibilitas sesuai dengan bidang dan pengalamannya.

"Penulis jawaban harus memberikan nama asli, biografinya, ataupun tautan sosial media lainnya pada topik-topik yang ditulis. Dari sana pengguna bisa tahu apakah jawaban yang dibaca kredibel atau tidak," jelas Adam.

Cara menggunakan Quora sendiri cukup mudah. Saat Media Indonesia mencobanya, cukup melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan memasukkan nama lengkap, nomor telepon, alamat email, dan kata sandi stelah itu akan dikirimkan kode verifikasi melalui SMS. Anda juga dapat mendaftar melalu akun Google atau Facebook yang dimiliki.

Dalam proses mendaftar, Anda diwajibkan untuk melengkapi data diri Anda dengan memasukkan riwayat pendidikan, profesi, tempat tingal, serta bahasa yang dikuasai. Setelah mendaftar, Anda akan disuguhkan beragam topik yang Anda suka dan minati, namun di awal Quora hanya membatasi Anda memilik 10 topik dan akan bertambah secara bertahap seiring berjalannya waktu. Setelah masuk Anda akan langsung disuguhkan topik-topik yang sedang hangat dibahas sesuai dengan pilihan Anda sebelumnya.

Saring

Dari segi tampilan, Quora cukup menyenangkan untuk dibaca berlama-lama. Pada kolom Lini Masa ada 3 kategori yang ditampilkan yaitu Cerita Teratas, Pertanyaan Baru, dan Jawaban Tersimpan, di bagian atas Anda pun dapat menambahkan pertanyaan maupun memberikan jawaban, serta kolom pencarian, beranda, dan notifikasi.

Jika Anda ingin memberikan pertanyaan, cukup menulis pertanyaan yang ingin ditanyakan, setelah itu tinggal tunggu jawaban atau Anda dapat meminta seseorang yang menurut Anda kredibel untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan dan jawaban akan tetap ada di Quora, hal tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir pertanyaan berulang.

"Untuk pertanyaan-pertanyaan yang bersifat sensitif, pengguna dapat memilih menganonimkan identitasnya," imbuh Adam.

Namun, belum tentu pertanyaan yang Anda ajukan langsung dijawab saat itu juga. Saat Media Indonesia bertanya, 'Apakah kamu masih membaca koran saat ini? Bagaimana pendapatmu kualitas berita di koran dibandingkan dengan media daring (online)?' baru dua hari kemudian pertanyaan itu dijawab. Apabila Anda belum puas, Anda bisa meminta jawaban dari orang lain yang lebih kompeten.

Tak dipungkiri, pasti ada satu dua pihak yang akan mengutarakan kebencian (hate speech). Adam pun sudah bersiap dengan hal itu. Ia menjelaskan Quora memiliki tim content filter yang menggabungkan sumber daya manusia dan teknologi (machine learning) untuk menyaring konten-konten yang dianggap mengandung hate speech tersebut.

Intelektual

Dalam kesempatan berbeda, salah satu pengguna Quora Budi Rahardjo yang berprofesi sebagai seorang akademisi mengungkapkan kebanyakan pengguna Quora merupakan kalangan intelektual. Dengan kehadiran Quora, mereka mau tidak mau dipaksa menulis jawaban dengan baik.

"Jadi Quora 'memaksa' penggunanya untuk lebih baik dan jelas dalam memberi jawaban. Nuansa itu yang muncul di Quora," ungkap Budi dalam konferensi pers Quora bahasa Indonesia di Jakarta akhir Mei lalu.

Pengguna Quora lainnya, Ivan Lanin, yang merupakan aktivis bahasa Indonesia menuturkan pengalamannya menggunakan Quora sejak 2014 (versi bahasa Inggris) menjelaskan bahwa keunggulan Quora ialah dalam bentuk pertanyaannya.

"Sistem Quora memungkinkan mengedit pertanyaan orang lain sehingga sekaligus memberi contoh bagaimana menyusun pertanyaan yang baik dan bagaimana memberikan jawaban yang baik. Kalau kita bertanya di Google, yang sering adalah bingung memasukkan kata kunci yang pas," ungkap Ivan di Jakarta, akhir Juni lalu.

Anda pun dapat menilai sebuah jawaban kredibel atau tidak dengan melihat latar belakang profil pengguna. Selain itu pada setiap jawaban ada semacam voting yang mirip seperti fitur like dan dislike pada Facebook, sehingga semakin tinggi voting, kualitas jawabannya semakin baik.

Lebih lanjut, Adam yang juga merupakan mantan Chief Technology Officer (CTO) Facebook menambahkan bahwa sejak 2010 hingga saat ini Quora sudah dikunjungi lebih dari 200 juta pengunjung dari seluruh dunia. Namun, Adam enggan menjelaskan secara spesifik berapa jumlah penggunanya di Indonesia. Untuk topik yang paling populer yang dibahas dalam Quora bahasa Indonesia, Adam menjelaskan untuk saat ini adalah yang berhubungan dengan pendidikan, psikologi, dan saran tentang kehidupan.

(M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More