Ponsel Pintar bagi Generasi Milenial

Penulis: Riz/M-3 Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 05:40 WIB Teknologi
Ponsel Pintar bagi Generasi Milenial

Dok. Samsung

BARU-baru ini raksasa ponsel asal 'Negeri Ginseng' meluncurkan Samsung Galaxy A6 dan A6+. Ponsel pintar kelas premium mid range itu dilengkapi beragam fitur kekinian yang akan disukai generasi milenial.

Secara kasat mata tampilan keduanya beda. A6 dibekali layar HD 5,6 inci Super AMOLED dengan rasio 18:9, kamera belakang beresolusi 16 MP, dan kamera depan 16 MP. Di sisi jeroannya, A6 dipersenjatai dengan RAM 3GB dan memori internal 32 GB serta baterai berkapasitas 3.000 mAH.

Sementara itu, A6+ dipersenjatai layar berukuran 6 inci FHD dengan rasio 18:9 Super AMOLED, kamera belakang 16 MP dan 5 MP sehingga mampu menghasilkan foto dengan efek bokeh, sedangkan kamera depan 24MP. Ponsel ini juga dilengkapi RAM 4 GB dan memori internal 32 GB dengan kapasitas baterai yang lebih besar yaitu 3.500 mAH. Namun, keduanya dibekali prosesor Snapdragon 450 serta CPU 1,8 GHz yang didukung dengan Android 8.0 (Oreo).

Media Indonesia yang berkesempatan menguji A6+ merasa material metal yang membalut ponsel pintar ini sangat kukuh saat digengam, meski cenderung licin. Ukurannya cukup tipis dan pas dimasukkan ke saku celana.

Kedua ponsel ini pun dilengkapi fitur pemindai wajah dan sidik jari. Saat dicoba, fitur pemindai wajah yang tersemat di A6+ cukup responsif dan tidak butuh waktu lama untuk mengenali wajah penggunanya, begitu pun sensor sidik jarinya. Tampilan layarnya jernih dan nyaman dipandang untuk waktu lama. Saat terpapar sinar matahari masih cukup jelas.

Hasil kamera A6+ cukup memuaskan. Pada mode standar, penerjemahan warna yang ditangkap kameranya cukup baik. Bahkan, objek yang berada pada kondisi minim cahaya pun mampu tertangkap dengan cukup jelas. Foto hasil mode live focus menghasilkan foto bokeh yang ciamik. Dual kamera andalannya mampu menangkap objek dengan baik dengan selera bokeh yang dapat diatur tingkat blurnya. Namun, jarak objek dengan kamera harus pas dan tidak terlalu dekat agar hasil bokehnya maksimal.

Hasil fotonya juga dapat dimaksimalkan dengan pengaturan exprosure baik untuk mode auto maupun pro. Jika mode pro, pengaturannya dapat lebih detail dengan opsi pengaturan ISO, exprosure, maupun white balance.

Kamera depannya pun cukup mumpuni untuk berswafoto, termasuk efek bokeh. Ketika kondisi minim cahaya, hasilnya cukup baik dengan LED Flash. Samsung turut membenamkan fitur augmented reality (AR) berupa aneka macam aksesori wajah yang bisa disematkan di wajah pengguna pada jepretan kamera. Ada juga Bixby Vision yang bisa mengenali objek-objek di bidang pandang kamera untuk menyajikan informasi relevan via internet dan menerjemahkan teks secara visual.

Meskipun untuk mengambil gambar hasilnya cukup memuaskan, dalam hal merekam video, hasilnya biasa saja. Saat masuk ke mode video, berdasarkan pengalaman Media Indonesia, kamera pada A6+ butuh waktu untuk mendapatkan fokus objek yang akan direkam. Kualitas rekamannya cukup baik saat ponsel merekam dalam keadaan diam, tetapi saat bergerak hasil videonya ikut berguncang. Pasalnya, kamera pada A6+ belum dilengkapi dengan digital image stabilisation guna meredam guncangan saat merekam video.

Dari kualitas suara, Samsung membenamkan fitur dolby atmos pada kedua ponsel pintar tersebut. Namun, efek dolby atmos hanya aktif saat pengguna menggunakan headset/earphone. Akan lebih terasa jika musik atau video yang dimainkan juga memiliki efek suara dolby atmos.

Saat dicoba memutar video yang memiliki efek dolby atmos memang kualitas suaranya mengagumkan, jernih, dan relistis mirip seperti menonton film di bioskop.

Pengguna bisa mengaktifkan audio dolby atmos di Galaxy A6 dan A6+ melalui menu setting (pengaturan), lalu pilih sound and vibration. Kemudian, pilih opsi sound quality and effect, lantas aktifkan opsi dolby atmos effect. Pilih mode auto atau movie atau voice, sesuai dengan kebutuhan.

Meskipun begitu, keduanya belum antiair dan belum antidebu. Untuk harga, Samsung Galaxy A6+ dibanderol dengan Rp4,8 jutaan, sedangkan Samsung Galaxy A6 dibanderol lebih murah yaitu Rp3,7 jutaan. Keduanya dijual dengan 3 varian warna, yaitu hitam, emas, dan biru.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More