Forum ULM Bersih Desak Ungkap Kecurangan Pemilihan Rektor

Penulis: M Fawzi Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 23:20 WIB Humaniora
no-image.jpg

FORUM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Bersih akan menggelar aksi unjuk rasa mendesak Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi mengusut dugaan kecurangan pemilihan rektor ULM.

Ketua Forum ULM Bersih Wahyu Firmansyah meyakini, penyelidikan atas kisruh pemilihan rektor ini bisa meredam polemik yang terus mengemuka ke khalayak.

Wahyu meminta kasus ini harus dibuka ke publik dan jangan ada upaya ditutup-tutupi. Jika dalam waktu satu pekan kedepan masalah ini tidak dituntaskan, Wahyu memastikan Forum ULM Bersih akan mengadakan aksi unjuk rasa turun ke jalanan.

"Untuk menuntut pihak-pihak terkait yang diduga membantu menyelesaikan polemik Pilrek ULM Banjarmasin," kata Wahyu Firmansyah dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Wahyu menuturkan aksi unjuk rasa akan diikuti para alumni, mahasiswa ULM, dan LSM yang ingin kasus ini ditelisik. Aksi unjuk rasa ditujukan kepada anggota Senat Universitas, Rektor ULM Sutarto Hadi, dan meminta aparat hukum menelisik dugaan kecurangan tersebut.

Wahyu berharap aparat berwenang segera memanggil atau memeriksa pengelola Islamic Development Bank (IDB) karena dugaan terlibat dalam proses kecurangan pemilihan rektor. Dugaan kecurangan itu memakai dana IDB untuk memberi gratifikasi pemilik hak suara yang menguntungkan calon petahana ULM.

"Kami minta kepada senat ULM agar segera bersikap membentuk tim independen memeriksa para anggota senat yang diduga ikut menginap dan menerima gratifikasi dari pengelola IDB," tegas Wahyu.

Sementara itu, Rektor ULM Sutarto Hadi mempersilakan aksi demonstrasi asal lewat cara-cara demokratis tanpa anarkistis.

"Silakan saja jika ada yang mendemo atau menuduh saya berbuat curang. Jika ada bukti silakan sampaikan bukti-bukti itu. Jangan main tuduh, karena semuanya akan terbukti jika memang ada hal yang ditutupi," papar Sutarto Hadi.

Menurut Sutarto, hak setiap orang melakukan aksi demo di alam demokrasi tapi hendaknya dilakukan dengan cara yang elegan. (Faw/O-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More