Dibayar dengan Botol Plastik dan Mengaji

Penulis: Riz/M-3 Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 02:30 WIB Humaniora
Dibayar dengan Botol Plastik dan Mengaji

MI/SUMARYANTO BRONTO

YUSUF Nugraha ialah seorang dokter lulusan Universitas Jenderal Achmad Yani Cianjur. Ayah 2 anak berusia 37 tahun tersebut membuka praktik di klinik Harapan Sehat miliknya di kampung halamannya. Yusuf terkenal sebagai dokter dengan biaya pengobatan yang terjangkau agar dapat membantu masayarakat yang membutuhkan.

"Saya bukan orang yang mampu, keluarga saya pas-pasan dan sejak usia 5 tahun ibu dan bapak saya berpisah. Ibu saya didik dan besarkan 5 orang anak sendirian. Ini yang melatarbelakangi saya untuk selalu bisa berbagi dengan sesama," ujarnya.

"Lingkungan saya yang tidak mampu itu yang mana untuk berobat saja dia berpikir 2 kali, bagaimana mereka membayar obat tersebut. Dari situ saya berkomitmen suatu saat menjadi dokter, maka harus bisa membantu mereka yang tidak mampu," lanjut Yusuf.

Selain menginisiasi biaya pengobatan terjangkau di kliniknya, masyarakat yang berobat pun dapat membayar menggunakan voucer yang dapat dibayar dengan botol plastik atau mengaji sebanyak 1 juz. Bahkan bisa menyesuaikan biaya pengobatan sesuai kemampuan.

Dirinya pun aktif dalam komunitas Gerakan bagi Senyum Ibu Pertiwi yang terdiri dari lintas generasi dan lintas agama. Komunitas tersebut bergerak dalam kegiatan sosial yang kegiatannya memberikan makanan gratis bagi para gelandangan, pakaian layak pakai, dan pengobatan gratis. Tidak hanya itu, Yusuf pun menggandeng komunitas Penyapu Jalanan Cianjur untuk memberikan konsultasi kesehatan gratis.

"Yang bukan muslim, kami kerja sama dengan lurah, camat, gereja, mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan gratis. Jadi lintas agama, lintas suku," tutupnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More