Bali Tetap Diminati Wisatawan

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 01:00 WIB Nusantara
Bali Tetap Diminati Wisatawan

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

PROVINSI Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik di seluruh dunia dan meraih penghargaan versi Travellers Choice di setiap negara. General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai, Yunus Suprayogi, menjelaskan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu pintu masuk utama pariwisata membawa dampak besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara sampai Juni ini melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai tercatat sebanyak 2.892.302 orang. "Terjadi peningkatan sebesar 6,07 % dibandingkan periode sama pada tahun lalu, hanya mencapai 2.726.785 wisatawan," ujarnya di Denpasar, kemarin.

Wisatawan Tiongkok masih menempati posisi pertama dengan jumlah 684.106 atau 23,65%, disusul Australia 547.375 wisatawan (18.93%), dan India dengan jumlah 194.342 wisatawan (6,72%).

Selanjutnya wisatawan Inggris, Jepang, Amerika, Malaysia, Jerman, Swiss, dan Singapura.

"Kami selaku pengelola bandara optimistis pada tahun ini bisa mendatangkan wisman ke Indonesia lebih banyak dari tahun lalu, yang mencapai 5,9 juta wisatawan mancanegara. Caranya dengan merealisasikan keinginan maskapai untuk menambah rute atau mengganti jenis pesawat operasional dengan kapasitas lebih besar," tambahnya.

Pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara pada semester I tahun ini dipengaruhi beberapa faktor, yakni beberapa maskapai penerbangan mengajukan rute baru penerbangan, seperti Qantas Airways membuka penerbangan Denpasar-Melbourne, kemudian Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Mumbai, serta Emirates membuka rute Dubai-Denpasar-Auckland.

Apalagi Bali dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah perhelatan pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Wisata bawah laut

Masih terkait dengan pariwisata, keanekaragaman hayati dan keindahan alam di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini telah menjadi destinasi wisata prioritas dunia.

"Kegiatan wisata bawah laut lebih didominasi asing ketimbang lokal. Untuk sekali menyelam, wisatawan diwajibkan membayar Rp40 juta hingga Rp60 juta. Dive center mencetak pemasukan jauh lumayan dibandingkan hotel atau restoran di Labuan Bajo," ungkap Agustinus Runju, salah satu dive master di Labuan Bajo.

Stanislaus Stan, pemandu senior rekan Agustinus, membenarkan wisata bawah laut memasok devisa terbesar, tapi belum dikelola dengan baik oleh negara. "Rata-rata perusahaan dive mencetak uang di atas Rp1 miliar lebih. Satu perusahaan rata-rata membawa sedikitnya 15 orang tamu untuk menyelam di perairan Komodo," tambahnya.

Apabila Bali dan Pulau Komodo sudah dikenal secara internasional, destinasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, masih berbenah.

Pemkab Pesisir Selatan memprioritaskan kegiatan pembenahan dan peningkatan sarana dan prasarana di sejumlah kawasan objek wisata unggulan untuk menarik kunjungan wisatawan.

"Salah satu yang kini sedang dilakukan adalah kegiatan pembenahan dan inovasi pembangunan kawasan objek wisata Pantai Carocok Painan. Meliputi panggung utama, taman, tempat bersantai, lampu hias, dan lainnya," ungkap Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Menurutnya, pembenahan dan inovasi pembangunan objek wisata harus terlihat nyata agar animo wisatawan berkunjung ke Pesisir Selatan meningkat.

(YH/JL/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More