Literasi Tingkatkan Kesejahteraan

Penulis: Riz/M-4 Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 00:15 WIB Humaniora
Literasi Tingkatkan Kesejahteraan

DOK COCA COLA FOUNDATION INDONESIA

WAHID, 35, sehari-harinya bekerja sebagai petugas parkir di Perpustakaan Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Hidupnya berubah setelah belajar mengenal internet di Perpustakaan Seru (Perpuseru) yang terdapat di perpustakaan tersebut.

Setelah mengenal internet, dirinya pun mulai mencari informasi dan mempelajari cara beternak ayam potong. Informasi yang diperolehnya dari dunia maya itu tidak dibiarkan mengendap di kepalanya. Wahid pun mantap beternak ayam.

"Tadinya saya cuma punya dua ekor ayam sekarang 1.000 ekor," katanya saat ditemui dalam acara Lapak Perpuseru di Yogyakarta, Jumat (6/7) lalu.

Lewat internet juga, Wahid memasarkan ayam-ayamnya secara daring melalui akun Facebook. Sekarang setiap tiga bulan, Wahid mengaku bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp10 juta.

Dari pengalamannya itu, Wahid menyadari begitu besar manfaat perpustakaan. Ia pun kini aktif menularkan semangat belajar kepada sang istri, bahkan lingkungan sekitarnya.

Wahid ialah salah satu kisah sukses penerima manfaat program Perpuseru yang digagas Coca Cola Foundation Indonesia sejak 2011. Program itu diinisiasi untuk mentransformasi perpustakaan konvensional menjadi berbasis teknologi dan menjadikannya sebagai pusat belajar literasi.

Dalam merintis Perpuseru, Coca Cola Foundation Indonesia bermitra dengan Bill and Melinda Gates Foundation. Mereka juga menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Kami bermitra dengan perpustakaan di desa-desa dan kabupaten. Memberikan pendampingan bagaimana meningkatkan akses dan penggunaan layanan komputer dan internet oleh masyarakat," sebut Chief Executive Coca Cola Foundation Indonesoa, Titie Sadarini.

Setelah tujuh tahun dikelola Coca Cola Foundation, Perpuseru akan direplikasi mulai tahun ini oleh Perpusnas RI dengan dukungan Bappenas. Pemerintah melihat Perpuseru yang sudah berjalan selama ini memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat, khususnya dalam hal literasi dan peningkatan kesejahteraan.

"Suatu kebanggaan bagi Coca-Cola Foundation Indonesia untuk menjadi pionir transformasi perpustakaan di Indonesia melalui program Perpuseru. Perpuseru pada hakikatnya menginisiasi terjadinya perubahan, baik perubahan paradigma tentang perpustakaan, peningkatan kapasitas, menstimulasi inovasi dan kreasi layanan perpustakaan. Dengan sasaran memberikan dampak perubahan kualitas hidup bagi dirinya dan masyarakat sekitar," ucap Titie.

Sampai saat ini program Perpuseru telah tersebar di 18 provinsi, 104 perpustakaan kabupaten, dan 768 perpustakaan desa.

Tahun ini, Perpusnas RI mulai mereplikasi Perpuseru di 60 perpustakaan kabupaten. Selanjutnya, Bappenas telah menyetujui program Perpuseru untuk masuk ke Prioritas Nasional 2019 dengan tiga tujuan, yaitu pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pemerataan layanan pendidikan berkualitas, serta penguatan literasi untuk kesejahteraan dengan target 300 perpustakaan kabupaten.

"Kesuksesan Perpuseru menarik perhatian pemerintah untuk kemudian mendorongnya menjadi kegiatan prioritas nasional bertajuk Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi sosial karena membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi," kata Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando.

Selama perjalanannya, program Perpuseru telah mencapai menjangkau sekitar 14 juta masyarakat yang mengakses layanan perpustakaan. Selain itu, aplikasi Kunang-Kunang untuk sistem informasi manajemen perpustakaan telah diterapkan di 53 perpustakaan kabupaten/kota dan di 100 perpustakaan desa/kelurahan/TBM yang ke depan akan terintegrasi dengan program aplikasi manajemen sistem informasi perpustakaan, Inlislite dari Perpusnas RI.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More