Tol Sumatra Pacu Pusat Ekonomi Baru

Penulis: E-2 Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 00:00 WIB Ekonomi
Tol Sumatra Pacu Pusat Ekonomi Baru

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

PEMERINTAH terus melanjutkan pembangunan jalan tol di Pulau Sumatra. Kehadiran tol bertujuan mempercepat mobilitas barang dan jasa antarpusat pertumbuhan ekonomi, juga membangun keterkaitan antara pusat produksi (kawasan industri, pertambangan, perkebunan, pariwisata) dan gerai-gerai (pelabuhan/bandara) di Pulau Sumatra sehingga mendorong pengembangan wilayah.

Sesuai dengan Rencana Stra-tegis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), tol Sumatra merupakan tulang punggung (backbone) pengembangan wilayah di Sumatra yang terdiri atas 6 wilayah pengembangan stra-tegis (WPS) di wilayah itu yakni Sabang-Banda Aceh-Langsa, Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru, Batam-Tanjung Pinang, Sibolga-Padang-Bengkulu, Jambi-Palembang-Pangkal Pinang-Tanjung Pandan dan Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-Api.

"Jalan tol Lampung-Palembang akan mempersingkat waktu tempuh dari sekarang sekitar 8-10 jam menjadi 3-4 jam. Kedua kota ini akan menjadi lebih dekat sehingga meningkatkan interaksi ekonomi kedua kota ini dan menumbuhkan pusat ekonomi baru. Hal yang sama juga terlihat dengan terhubungnya tol dari Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/7).

Dalam rangka penyelesaian pembangunan tol Sumatra, pemerintah telah menugasi PT Hutama Karya melalui Pepres No 100/2014 dan Perpres No 117/2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatra untuk membangun 24 ruas tol, dengan 8 ruas tol di antaranya ditargetkan rampung pada 2019.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ menjelaskan bahwa pembangunan tol Sumatra dilakukan dengan pendekatan berbeda. Pada pola sebelumnya, pembangunan tol dilakukan pada kawasan yang sudah berkembang karena membutuhkan pengembalian investasi.

Namun, kehadiran tol di Pulau Sumatra yang memiliki potensi ekonomi yang besar diperlukan untuk mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More