Viral Pemukulan Wanita di Minimarket Babel, AKBP M Yusuf Dimutasi

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 10:50 WIB Nusantara
Viral Pemukulan Wanita di Minimarket Babel, AKBP M Yusuf Dimutasi

Ist

VIDEO kekerasan yang diduga dilakukan AKBP M Yusuf di sebuah minimarket di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, viral di media sosial. AKBP M Yusuf kini dimutasikan dari jabatannya.

Mutasi AKBP M Yusuf tertulis dalam surat telegram Nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018. Mutasi ini diperintahkan dilaksanakan paling lambat 7 hari terhitung mulai tanggal mutasi ditetapkan.

Pemukulan dalam video yang viral di medsos diduga oleh AKBP M Yusuf berawal dari kasus pencurian pada Rabu (11/7) pukul 19.00 WIB. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan Sat Reskrim Pangkalpinang, Bangka Belitung. 

Kepala bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ajun Komisaris Besar (AKB) Abdul Mun-im membenarkan, penganiayaan tersebut. Kabid humas dalam rilisnya menjelaskan, penganiayaan itu berawal dari kasus pencurian di Apri Mart Jalan Selindung Pangkalpinang milik AKB Yusuf.

Saat itu menurut Kabid, AKB Yusuf pemilik Toko ada di tempat. Yusuf yang menggunakan  kaos bertuliskan Polisi melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Yusuf bertanya tanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan dan viral di medsos.

"Para pelaku berhasil mencuri, 2 kotak Susu Chil Kid, 1 Kota Susu BMT, 4 Bungkus mie Gelas, 1 kotak susu Cair Frisian Flag, 1 botol susu hilo, dan satu selendang bermotif hijau biru dengan bunga," ungkap dia.

Akibat kejadian itu, pemilik toko AKB Yusuf mengalami kerugian Rp.600 ribu.

"Kasus pencurian ini sudah ditangani pihak Polres Pangkalpinang dan pelaku telah diamankan," ucapnya. (RO/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More