Atlet Siap Ukir Prestasi Tinggi untuk Indonesia

Penulis: rul/L/S1-25 Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 09:20 WIB Olahraga
Atlet Siap Ukir Prestasi Tinggi untuk Indonesia

DOK Kemenpora
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersama beberapa atlet pencak silat dan public figure menunjukkan semangat berani mengukir prestasi di Asian Games 2018.

PERSIAPAN Indonesia hanya tersisa 37 hari menjelang perhelatan Asian Games 2018. Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku penanggung jawab prestasi terus memetakan kekuatan atlet demi mengetahui proyeksi emas yang bisa diraih kontingen 'Merah Putih'.

Indonesia mendapat kesempatan emas dalam penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia kali ini. Sejak terakhir menjadi tuan rumah penyelenggara pada 1962, Indonesia akhirnya kembali mendapat kesempatan menyelenggarakan Asian Games 2018.

Saat perhelatan Asian Games pertama di 'Bumi Pertiwi', Indonesia mencapai prestasi tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Tak tanggung-tanggung, runner-up di klasemen perolehan medali terbanyak dengan jumlah 11 emas, 10 perak, dan 28 perunggu berhasil dicapai Tan Joe Hok, M Sarengat, dan kawan-kawan setelah Jepang yang menjadi juara umum dengan meraih 21 emas, 26 perak, 30 perunggu.

Meski demikian, pemerintah tampaknya tak ingin muluk-muluk dalam menargetkan prestasi di Asian Games kali ini. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, peringkat 10 besar dengan kisaran emas 16-20 medali menjadi incaran tim 'Merah Putih' yang kini diperkuat dengan jumlah lebih dari 900 atlet.

"Kami ingin publik mengetahui konteksnya dengan benar dengan memberikan gambaran realistis tentang kemungkinan prestasi yang diperkirakan akan diraih. Pertanyaan publik tentu muncul, jika jadi tuan rumah, kenapa tidak sekaligus target juara umum? Siapa pun tentu berharap bahwa Indonesia bisa menjadi juara umum, seperti halnya saat Indonesia menjadi penyelenggara SEA Games tahun 2011 di Palembang," ujar Imam di sela-sela Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Strategi Sukses Prestasi Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Jakarta Timur, Kamis (12/7).

"Tapi, tentu saja konteks SEA Games dan Asian Games tidak dapat disamakan. Jika melihat dari peta persaingan, berdasarkan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, dan kekuatan negara-negara yang ada saat ini, untuk meraih 10 besar itu kita minimal harus meraih 16-20 medali emas," tambahnya.

Saat Asian Games Incheon 2014, Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat 17 klasemen akhir dengan perolehan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Imam mengaku sangat optimistis, pencapaian emas saat ini bisa melebihi prestasi Indonesia sebelumnya mengingat besarnya peluang dari cabang olahraga (cabor) unggulan.

Menteri asal Bangkalan Madura tersebut mengatakan, dari total 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, terdapat 12 cabor yang berpeluang menyumbangkan emas bagi Indonesia. Cabor tersebut ialah bulu tangkis, angkat besi, wushu, pencak silat, paralayang, panjat tebing, boling, taekwondo, balap sepeda, dan rowing pada nomor disiplin kano.

"Kita punya juara-juara dunia yang saat ini menempati peringkat satu dunia, seperti di bulu tangkis, jet ski, paralayang, wushu, pencak silat, dan panjat tebing. Kita berharap konsistensi para atlet kita untuk mempersembahkan prestasi yang terbaik dan meraih medali sesuai dengan yang kita harapkan," tandas Imam.

Pengamat olahraga Eko Suprihatno menambahkan, target 10 besar di Asian Games dirasa cukup realistis. Pasalnya, setelah Asian Games Beijing 1990, kontingen 'Merah Putih' tak pernah sekalipun menembus posis 10 besar.

"Di Asian Games Hiroshima 1994, kita hanya meraih posisi 11 besar, begitu pula dengan Asian Games di Bangkok empat tahun setelahnya. Kemudian, prestasi Indonesia naik turun hingga akhirnya mencapai posisi 17 besar di Incheon, dan ini seharusnya menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah Indonesia untuk kembali membuat Indonesia berjaya di Asia, tetapi untuk di Asian Games kali ini saya rasa untuk masuk 10 besar itu masih cukup realistis," jelas Eko.

Dukungan masyarakat

Dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut terdapat empat kesuksesan yang dicanangkan oleh pemerintah. Tidak hanya sukses prestasi, tetapi juga sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi.

Kesuksesan tersebut takkan dapat terwujud tanpa dukungan masyarakat Indonesia. Karena itu, Imam mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa bagi penyelenggaraan Asian Games agar dapat mencapai empat kesuksesan tersebut.

"Dukungan dari suporter saat menjadi tuan rumah pasti juga menjadi motivasi tersendiri. Oleh karena itu, dukungan yang kita berikan hari ini sangat berarti bagi atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik di Asian Games 2018. Saya berpegang teguh bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kerja keras atlet kita pasti akan terbayar lunas, Insya Allah. #AYOINDONESIA," seru Menpora mengulang kembali seruan yang diberikan untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games 2018 nanti. (rul/L/S1-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More