Inalum Sebut Dana Akuisisi Freeport Berasal dari 11 Bank

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 21:50 WIB Ekonomi
Inalum Sebut Dana Akuisisi Freeport Berasal dari 11 Bank

Ist

SETELAH pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) terkait pengalihan sebagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI) ditandatangani, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersiap merealisasikan tahap divestasi saham.

Divestasi saham yang menjadi salah satu poin HoA antara Pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran Inc (FCX) selaku induk usaha PTFI, dinyatakan rampung setelah Inalum membayarkan dana sebesar US$3,85 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk membeli hak partisipasi (Participating Interest/PI) Rio Tinto di PTFI, berikut 100% saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki saham 9,36% di PTFI. Besaran dana untuk proses akuisisi tersebut bersumber dari suntikan perbankan, tidak melibatkan keuangan negara.

"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi (akusisi saham PTFI)," ujar Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, usai konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7).

Kendati demikian, Budi masih enggan menjabarkan identitas 11 perbankan yang akan memberikan suntikan dana kepada Inalum. Saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan pihak perbankan. Di satu sisi, dia tidak menampik adanya potensi meraup sumber pembiayaan dari pasar modal.

Dari hasil valuasi saham PTFI yang memunculkan angka Rp3,85 miliar, Inalum akan membayar kepada Rio Tinto sebesar US$3,5 miliar dan kepada FCX sebesar US$350 juta. Budi menambahkan kesepakatan terhadap valuasi saham tersebut melibatkan tiga pihak, yakni Pemerintah Indonesia, FCX, dan Rio Tinto.

"Kita masih diskusikan dengan banknya. Tapi Inalum sendiri punya cash sekitar mendekati US$1 miliar. Holding ya. Ini deal-nya 3 ways, jadi ada Freeport, FCX dan ada kita," kata Budi.

Pihaknya berharap proses transaksi dari akuisisi saham dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan, yakni akhir Agustus 2018. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More