1.200 KK di Kulon Progo Kesulitan Air Bersih

Penulis: Agus Utantoro Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 21:05 WIB Nusantara
1.200 KK di Kulon Progo Kesulitan Air Bersih

MI/Djoko Sardjono

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima laporan adanya 1.200 kepala keluarga (KK) di 12 desa mengalami kesulitan air bersih.
     
"Sampai saat ini, berdasarkan data yang masuk ada 1.200 kepala keluarga di 12 desa mengalami kesulitan air bersih. Sebagian dari warga yang mengajukan permohonan bantuan air bersih sudah di-dropping air," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi, di Kulon Progo, Kamis (12/7).
     
Adapun 12 desa yang warganya mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Banjaroya, Banjarharjo, Banjararum, dan Banjarasri (Kecamatan Kalibawang). Kemudian Desa  Giripurwo, Purwosari, Jatimulyo, Pendoworejo (Kecamatan Girimulyo). Selanjutnya Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo, Desa Tangjungharjo, di Kecamatan Nanggulan, dan Desa Sidoharjo dan Purwoharjo, di Kecamatan Samigaluh.
     
Ia memperkirakan jumlah warga terdampak kekeringan akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan beberapa desa yang menjadi langganan kekeringan, seperti di Desa Hargowilis, Hargorejo dan Kalirejo di Kecamatan Kokap belum ada laporan. Namun, sudah ada beberapa bantuan air bersih masuk ke sana.
     
Ariadi mengatakan, Kecamatan Kokap masuk dalam peta kerawanan kekeringan. Namun pemerintah kecamatan masih melakukan identifikasi.
     
"Saat ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) masih melakukan tindakan penanganan terhadap desa-desa yang berpotensi kesulitan air bersih," katanya.
     
Dia mengatakan saat ini hanya tersedia sekitar 150 tangki bantuan dari program tangungjawab sosial perusahaan tertentu (CSR) serta anggaran dari APBD DIY sekitar 100 tangki. Namun begitu, distribusi saat ini dilakukan untuk hasil bantuan CSR sebanyak 50 tangki ke berbagai titik wilayah terdampak oleh Tagana sedangkan bantuan dari APBD DIY dimungkinkan baru bisa didistribusikan pada Agustus nanti.
     
"Distribusi air bersih saat ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang sudah mengajukan permohonan bantuan," katanya.
     
Camat Kokap Warsidi mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, dusun yang mengalami kekeringan dan segera membutuhkan air bersih, yakni Dusun Clapar I, Clapar II, dan Clapar III di Desa Hargowilis, kemudian Dusun Gunung Ijo, Plampang I dan Plampang III serta Pedukuhan Sangon I dan Sangon II Desa Kalirejo.
     
"Sampai saat ini, wilayah yang sudah mengajukan permohonan air bersih saat ini baru Dusun Gunung Ijo saja," katanya. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More