Optimistis Raih Gelar Nomor Ganda Putra

Penulis: (Rul/R-3) Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 06:15 WIB Olahraga
Optimistis Raih Gelar Nomor Ganda Putra

ANTARA FOTO

TREN positif pebulu tangkis Indonesia yang ditorehkan di Indonesia Terbuka 2018 diharapkan berlanjut di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Tiongkok, 30 Juli-5 Agustus.

Para pebulu tangkis telah berlatih serius sejak Rabu (11/7) untuk menghadapi Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia 2018 di Pemusatan Latihan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Cipayung, Jakarta,

Indonesia akan mengirim empat pasangan ganda putra ke Nanjing, Tiongkok, Selain unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, PBSI mengirim Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Dengan empat pasangan ganda putra, Herry mengaku dirinya optimistis Indonesia bisa merebut gelar ganda putra. “Kalau Kevin/Marcus seperti biasa target juara,” kata Herry.

Sementara itu, Herry berharap Fajar/Rian dapat meningkatkan performa dengan mengikuti jejak prestasi yang ditorehkan Kevin/Marcus.

“Makanya mereka (Fajar/Rian) akan lebih ditingkatkan secara fisik dan teknik terutama dari segi kekuatan tangan mereka,” jelas Herry.

Menurut Herry, pasangan Kevin/Marcus memiliki teknik permainan yang matang. Tak hanya itu, mereka juga mampu menjaga konsentrasi dan tetap fokus.

Namun, Herry mengingatkan pebulu tangkis asuhannya untuk menghindari kesalahan sebagaimana saat melawan dengan pasangan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di Indonesia Terbuka 2018.   

Saat itu Kevin/Marcus tersulut oleh emosi dan melayangkan protes kepada wasit. Keduanya bahkan sempat menyebut wasit bersikap rasial dan memihak Denmark.

“Kalau menurut saya kalau bertemu Denmark, emosinya agak tinggi karena Denmark ingin mengalahkan Kevin/Marcus secara nonteknik,” ujar Herry. (Rul/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More