PAN Yakini Demokrat Bakal Gabung Koalisi Gerindra

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 20:49 WIB Politik dan Hukum
PAN Yakini Demokrat Bakal Gabung Koalisi Gerindra

Ist

BURSA kandidat calon presiden dan wakil presiden terfokus pada dua poros yaitu kubu petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Hasil survei pun sudah marak menunjukan nama-nama mana saja yang menjadi pilihan masyarakat untuk Pilpres 2019 nanti.

Pada pihak oposisi, Gerindra sudah mantap mengusung Prabowo Subianto untuk maju di bursa calon presiden 2019 nanti. Tapi dengan siapakah Prabowo berduet masih jadi pertanyaan sampai sekarang.

Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa peluang pasangan dengan prabowo selama ini terbuka lebar. Ia menyebutkan bahwa Peluang Prabowo-Aher besar, Prabowo-Zulkifli Hasan besar, Prabowo-AHY , Prabowo-Anies juga besar.

"Semua calon-calon cawapres kan masing-masing punya basis pendukung sendiri dan setiap calon juga punya prestasi sendiri.” ungkapnya dalam acara "Arena Adu Opini : Ekonomi, Hukum dan Politik" yang diadakan di Workroom Coffee, Cikini, hari ini.

Mengenai kriteria seperti apa yang diharapkan Gerindra , Politikus Gerindra tersebut mengatakan yang paling penting itu calon wakil presiden yang diusung dapat memperoleh suara yang banyak dan apabila dipasangkan dengan Prabowo bisa memenangkan Pilpres nanti.

Nama AHY santar dikabarkan untuk menjadi pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 nanti. Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Riza Patria juga mengungkapkan bahwa Partai Demokrat Insya Allah bergabung dengan Gerindra.

Pernyataan beliau makin menguatkan bahwa nama AHY semakin mantap bersanding dengan Prabowo Subianto. Beliau menyebutkan bahwa untuk penentuan akhirnya bukan ditangan Gerindra saja tapi dengan partai koalisi juga. PKS juga sebagai koalisi Gerindra sudah menyodorkan sembilan nama untuk dipasangkan dengan Parbowo dan pihak Gerindra menghargai keinginan PKS tersebut. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More