SM Munculkan Usahawan dari Desa

Penulis: (BY/N-2) Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 03:45 WIB Nusantara
SM Munculkan Usahawan dari Desa

MI/Bayu Anggoro

DELAPAN Desa Sejahtera Mandiri di Jawa Barat telah mampu memunculkan warga yang mandiri secara ekonomi melalui berbagai usaha yang mereka jalani. Untuk itu, Kementerian Sosial akan menjadikan desa-desa tersebut sebagai model untuk dikembangkan di daerah perbatasan.

“Kami akan menggulirkan program Desa Sejahtera Mandiri di 41 kabupaten hingga 2019 mendatang. Program ini terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkap Menteri Sosial Idrus Marham saat melantik delapan desa di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cianjur, dan Sukabumi sebagai Desa Sejahtera Mandiri (DSM) di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis (12/7)

Dia menambahkan program DSM dilakukan tidak berbentuk fisik, tapi lebih ke arah pembentukan pikiran dan transfer ilmu kepada warga desa. Pengetahuan baru tersebut tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan pembangunan fisik.

“Terbukti, di delapan desa itu telah muncul warga yang mandiri secara ekonomi karena memiliki usaha,” jelas Menteri Sosial.

Di Ciburial, Kementerian Sosial bersama Sekolah Tinggi Kesejahtera-an Sosial (STKS) Bandung mewisuda delapan DSM karena dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan warga. Program itu sudah diluncurkan sejak 2015.

Berbagai persoalan bisa diatasi dengan program DSM, di antaranya kemiskinan, penyandang disabilitas, anak putus sekolah, dan pernikahan dini.

STKS merupakan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan di Jawa Barat. Mereka menerjunkan mahasiswa dan dosen ke delapan desa.

Kepala STKS Bandung Dwi Heru Sukoco mengatakan, dalam menjalankan program tersebut pihaknya mengacu pada sasaran dan kriteria yang telah ditetapkan. Beberapa di antaranya ialah desa yang memiliki angka penyandang masalah kese-jahteraan sosial (PMKS) yang tinggi tapi memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

“Kami juga melihat ada kearifan lokal dan potensi keswadayaan masyarakat,” katanya.

Beberapa potensi itu di antaranya punya kemampuan dalam mencegah ancaman dan mampu memobilisasi warga agar berperan aktif.

“Kami juga mempelajari potensi dan sumber-sumber di desa agar mampu memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan kekurangan yang ada,” tandasnya. (BY/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More