Produk Sawit Indonesia kian Diminati di Tiongkok

Penulis: .(E-2) Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 03:15 WIB Ekonomi
Produk Sawit Indonesia kian Diminati di Tiongkok

MI/Aries Munandar

SEJUMLAH pengusaha Tiongkok menandatangani kontrak pembelian kelapa sawit dan produk turunannya dari Indonesia senilai US$726 juta untuk satu tahun ke depan. Penandatanganan yang dilakukan di Nanjing, Tiongkok, pada Rabu (11/7) itu disaksikan Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratma-ngun, yang turut menjadi pembicara dalam seminar tentang perdagangan dan promosi minyak kelapa sawit di ibu kota Provinsi Jiangsu tersebut.

“Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia saat ini terus memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kebutuhan dan permintaan kelapa sawit yang semakin meningkat dari Tiongkok dapat dipenuhi Indonesia sehingga pengusaha ­Tiongkok dapat memercayai kemampuan akan kualitas dan kuantitas produk kelapa sawit Indonesia dan turunannya,” ujar Dubes Djauhari dalam seminar yang dise-lenggarakan China Chamber of Commerce of Import and Export of Foodstuffs, Native, Produce, and Animal by Products (CFNA) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Tiongkok (Mofcom) dan KBRI Beijing, seperti tertera dalam rilis yang diterima, Kamis (12/7)

Seminar tersebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri ­Tiongkok Li Keqiang pada 7 Mei 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, khususnya mengenai rencana penambahan pembelian minimal 500 ribu ton kelapa sawit Indonesia oleh Tiongkok.

Ketua Umum CFNA Bian Zhen Hu menyampaikan bahwa promosi produk kelapa sawit harus tetap dipertahankan agar produk kelapa sawit Indonesia memiliki reputasi yang baik dan dikenal seluruh lapisan masyarakat Tiongkok.
Pihaknya bersedia menjembatani para pengusaha kedua negara untuk meningkatkan hubungan perdagangan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Urusan Asia Mofcom, Peng Gang, menjelaskan perdagangan Indonesia dengan Tiongkok terus meningkat.

Tiongkok, kata dia, akan terus membuka pasar selebar-lebarnya kepada Indonesia dan dunia.

Permintaan kelapa sawit Indonesia di Tiongkok terus meningkat. Impor kelapa sawit Indonesia oleh Tiongkok pada 2017 mencapai US$2,21 miliar, dari 2016 yang hanya senilai US$1,67 miliar. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat teratas negara pengekspor kelapa sawit ke ­Tiongkok.(E-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More