Kontribusi Koperasi Meningkat

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 13 Jul 2018, 02:30 WIB Ekonomi
Kontribusi Koperasi Meningkat

MI/ARYA MANGGALA

KONTRIBUSI koperasi terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat. Kontribusi produk domestik bruto (PDB) koperasi tercatat meningkat dari 3,99% menjadi 4,48%.

Presiden Joko Widodo mengaku senang atas perkembangan koperasi Indonesia, khususnya mengenai peningkatan kontribusi PDB koperasi.

“Saya sangat senang sekali bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik, kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48 (%) dari sebelumnya 3,99 (%),” kata Presiden Jokowi dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 di  ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7).

Presiden berharap peningkatan PDB koperasi terus terjadi sehingga tercapai lompatan dalam sistem ekonomi gotong royong di Tanah Air.

Dalam kesempatan itu,  Jokowi juga meng-apresiasi sudah adanya koperasi yang masuk bursa, yaitu Kospin Jasa.

Diingatkan Presiden, koperasi Indonesia harus mulai memanfaatkan perubahan yang terjadi di era digital. Kini perkembangan telah merujuk ke era Google, Facebook, Youtube, dan Instagram. Lalu di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Blibli.

“Semua harus kita ikuti. Perkembangan seperti ini harus kita lihat, bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi  menyematkan penghargaan kepada sejumlah tokoh, juga meninjau Harkopnas Expo 2018 yang memamerkan produk-produk koperasi Indonesia.

Presiden didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid.

Penataan koperasi
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengungkapkan, dalam empat tahun berjalannya reformasi total, banyak penataan koperasi yang telah dilakukan.

Pendataan koperasi terus dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Pada 2014, jumlah ­koperasi tercatat sebanyak 212.570 unit. Hingga tahun lalu, angkanya terus turun menjadi 152.714 unit. Dari angka tersebut, 40.013 koperasi kemudian dibubarkan karena tidak lagi aktif.

Pembinaan pun terus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan.

Beberapa koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun. Ada juga koperasi yang sudah melantai di bursa efek dan membeli saham BRI Syariah.

Pada 2014, PDB koperasi hanya 1,71% kemudian meningkat menjadi 3,99% pada 2016. Bahkan, pada 2017 angkanya terus tumbuh hingga 4,48%. “Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas,” kata Puspayoga.
Salah satu penerima penghargaan Bakti Koperasi, Wali Kota Bogor Bima Arya, menyatakan terima kasih karena penataan koperasi di Bogor mendapat apresiasi.

Pihaknya telah mengubah 86 lembaga keuangan mikro yang belum berizin dan berbadan hukum menjadi koperasi.

Selain itu, Pemkot Bogor mendorong digitalisasi koperasi dan memberikan coaching clinic bagi koperasi. (Pol/DN/Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More