Sempat Dicuekin Partai Lain, Mongol kini Nyaman di NasDem

Penulis: Putra Ananda Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 19:45 WIB Politik dan Hukum
Sempat Dicuekin Partai Lain, Mongol kini Nyaman di NasDem

Dok. MI

TIDAK mendapat respons selama tiga tahun saat melakukan pendaftaran daring di salah satu partai politik yang ada di Indonesia membuat komedian Rony Imannuel atau Mongol Stres akhirnya memutuskan berlabuh ke Partai NasDem.

Kesigapan NasDem dalam menerima kehadirannya membuat Mongol merasa nyaman menjadi anggota dari NasDem. Saat ini, ia pun memiliki jabatan yang cukup strategis di NasDem. Dia ditugaskan langsung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh sebagai Ketua DPW Garda Pemuda NasDem di Sulawesi Utara.

Ditemui di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (12/7), Mongol mengaku hingga saat ini belum tertarik untuk mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) dalam Pemilihan Umum 2019 mendatang. Namun, diam-diam ternyata dia saat ini sedang menyiapkan untuk mengikuti perhelatan Pemilihan Kepala Daerah dengan mengincar posisi jabatan sebagai wakil kepala daerah.

"Nyokap yang nggak setuju kalau nyaleg, dia setuju gue masuk sebagai birokrat di daerah," tutur Mongol.

Meski dikenal sebagai sosok yang humoris dan gemar bercanda, ternyata tujuan Mongol masuk NasDem tidak main-main. Ia memiliki keseriusan untuk membawa perubahan melalui Partai NasDem.

"Yang gue suka dari NasDem itu soal restorasinya, soal gerakan perubahan," ungkapnya.

Selama menjadi komika, sebutan bagi stand up comedian--, Mongol mengaku tidak pernah mengambil honornya yang ia dapat setiap tampil di televisi. Uang tersebut sengaja ia kumpulkan untuk membuka usaha rental mobil yang beroperasi di tanah kelahirannya, Manado.

"Kenapa Manado? Soalnya di situ kan pula coy, jadi nggak gampang ilang tu mobil, ada 33 mobil. Kalau di Jakarta kan tinggal dikit hilang," candanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More