Oesman Sapta akan Menerima Gelar Doktor Kehormatan

Penulis: MICOM Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 19:35 WIB Polkam dan HAM
Oesman Sapta akan Menerima Gelar Doktor Kehormatan

MI/Ramdani

KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) akan menerima gelar doktor kehormatan di bidang politik dan urusan publik dari Universitas Euclid, Amerika Serikat. Gelar doktor kehormatan ini menjadi sangat berarti karena merupakan yang pertama diberikan Universitas Euclid kepada salah satu pemimpin di Indonesia.

“Sungguh kehormatan luar biasa bagi kami untuk menginfirmasikan doktor kehormatan bidang politik dan urusan publik dari Universitas Euclid,” ujar Presiden Universitas Euclid, Syed Zahid Ali, saat beraudiensi dengan OSO di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).

Syed Zahid Ali melanjutkan, gelar doktor kehormatan dari Universitas Euclid diberikan kepada figur yang berkontribusi besar terhadap kemajuan masyarakat dan kemanusiaan. Pihaknya menilai, OSO berkontribusi besar bagi kemajuan pembangunan demokrasi Indonesia melalui kepemimpinannya sebagai ketua umum Partai Hanura dan ketua DPD. Selain itu, OSO dinilai menjadi mentor yang mampu memotivasi generasi muda Indonesia sekaligus politisi dan pengusaha yang paling dapat ditiru.

“Oesman telah menetapkan contoh asli noblesse oblige karena melibatkan dirinya secara aktif dalam pembelajaran aksi di semua perjuangan hidupnya yang keras, hingga posisinya yang lebih tinggi dalam politik dan bisnis yang memberikan lebih banyak keuntungan bagi Indonesia,” ucap Syed Zahid Ali.

Perwakilan Universitas Euclid untuk Indonesia dan Timor Leste, Datuk Agung Sidayu, menambahkan, kisah sukses tersebut berhasil diraih OSO karena senator asal Kalimantan Barat itu tumbuh dalam keluarga yang terbiasa bekerja keras sejak muda.

Bermula bekerja sebagai pedagang skala kecil, OSO berhasil membangun bisnis konstruksinya hingga kini perusahaannya bercabang menjadi 11 perusahaan di bawah manajemen OSO Group, mulai dari properti hingga pertambangan, perkebunan, dan banyak lainnya. OSO juga tercatat dalam daftar Globe Asia 2016 sebagai urutan ke-150 orang Indonesia terkaya.

Pada kesempatan itu, OSO mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar doktor kehormatan yang diberikan Universitas Euclid.

"Kampus saya adalah universitas kehidupan. Anda membaca buku, mengenal satu orang. Anda mengalami hidup, mengenal banyak orang. Anda memahami dunia dan kehidupan,” pungkasnya. (RO/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More