UI Juara Utama Ajang Mahasiswa Prestasi Nasional 2018

Penulis: Antara Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 19:35 WIB Humaniora
UI Juara Utama Ajang Mahasiswa Prestasi Nasional 2018

Ist

MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) angkatan 2015, Evita Martha Dewi, berhasil meraih gelar Juara Utama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2018.   

Martha telah sering menjuarai kompetisi terkait Esai bidang Ekonomi, seperti juara pertama 'The 15th Economix International Paper Competition', 'Best Delegate President Model United Nations (United Nations Security Council)', dan deretan prestasi lainnya baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Rifelly Dewi Astuti, di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/7), mengatakan, pada ajang Pilmapres Nasional 2018, Martha mengajukan pemikirannya dalam bentuk karya ilmiah bertajuk 'Strategi Integrasi Lembaga Keuangan untuk Penyaluran Kredit Mikro di Indonesia'.

Karya ilmiah mahasiswa FE-UI tersebut berkenaan dengan penyaluran kredit mikro/kredit usaha rakyat untuk UMKM.  

Martha menyampaikan sudut pandang bahwa penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tengah dijalankan pemerintah kurang efektif karena masih sebatas menyasar usaha menengah saja, sedangkan usaha kecil dan masih belum tersentuh. Faktanya, masih banyak pelaku UMKM meminjam dana usaha melalui rentenir.

Dalam karya ilmiahnya tersebut, Martha menggambarkan pola integrasi antara lembaga keuangan mikro, bank umum, dan juga perusahaan finansial teknologi. Ia menawarkan sebuah model bernama InBank System yang mengintegrasikan lembaga keuangan untuk menyalurkan kredit mikro Indonesia.  

"Diharapkan adanya kerja sama untuk bisa mengurangi permasalahan dan biaya lebih efisien serta bisa lebih menyatu dengan UMKM terutama usaha mikro," ujar Martha.

Martha menambahkan bahwa selama ini pemerintah mempunyai potensi tetapi cenderung berjalan sendiri-sendiri sementara akan jauh lebih baik jika turut bekerja sama dengan sektor privat.  

Selain itu, situasi dari keuangan kita saat ini terlalu grand, mereka menganggap solusi untuk masyarakat itu satu tanpa melihat karakteristik dari masyarakat UMKM yang tidak mempunyai rekening, karena bank hanya menyerahkan sepenuhnya ke KUR.  

Jadi, pemerintah diharapkan mempunyai rencana program tidak hanya satu melainkan bisa menyesuaikan dari karakteristik masyarakat Indonesia yang heterogen.

Sementara itu Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Didin Wahidin, mengatakan, mahasiswa harus ditumbuhkembangkan potensinya secara utuh, baik pengetahuan (kognitif), kepribadian (afektif), dan psikomotorik (keterampilan).  

"Pintar saja tidak cukup tetapi harus memiliki pengalaman kegiatan kemahasiswaan serta membangun kohesi sosial dengan lingkungannya. Kami yakin Mahasiswa Berprestasi akan menjadi pemimpin bangsa di masa depannya," katanya.

Pilmapres Nasional 2018 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti dan puncak acara pengumuman dilaksanakan di Surakarta.  

Pilmapres Nasional 2018 mengusung tema 'Sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi serta berkarakter yang siap memasuki era revolusi industri 4.0'. Agenda Pilmapres Nasional 2018 ini berlangsung selama empat hari, pada 9-12 Juli 2018 di mana para peserta Pilmapres berjuang dalam mempresentasikan dan mempertahankan karya ilmiah mereka yang dititikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi maupun pengembangan hasil inovasi yang dapat didiseminasikan secara luas.  

Pada tahap awal, Pilmapres Nasional 2018 diikuti oleh 252 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi se-Indonesia dan terpilihlah 26 finalis yang terdiri atas 17 mahasiswa berasal dari program Sarjana dan sembilan mahasiswa dari program Diploma. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More