Kali Mookervart, Si Pengendali Banjir yang Makin Dangkal

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 18:45 WIB Megapolitan
Kali Mookervart, Si Pengendali Banjir yang Makin Dangkal

ANTARA

SATU unit eskavator jenis amfibi terparkir di tepian Kali Mookervart, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Di sekelilingnya terlihat sisa lumpur yang mengering, pertanda tidak ada aktivitas pengerukan dalam beberapa hari ini.

"Eskavatornya rusak sudah tiga bulan ini," kata salah satu petugas Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air, di kawasan Pesakih, Kalideres, Kamis (12/7).

Kali yang dibangun di era kolonial Belanda untuk mengendalikan banjir di Batavia itu kini berwarna hitam pekat dengan gumpalan lumut hijau yang mengambang. Bau busuk bercampur anyir menguar dari tepian kali yang bersisian dengan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, menuju Tangerang itu.

Kondisi kali di Kecamatan Cengkareng pun pemandangannya tak jauh beda. Di tepian kali sudah terjadi sedimentasi. Sampah plastik bercampur lumpur makin memperburuk kondisi kali.

"Kalinya sudah dangkal, sudah setahun enggak dikeruk," kata ketua tim regu UPK Badan Air, Sarwoto.

Kali Mookervart sebenarnya sudah dinormalisasi di era Gubernur Joko Widodo pada 2013 silam. Dua sisi kali dibangun sheetpile dari beton guna menahan tanah agar tak longsor ke sungai.

Pada 2015, kali ditata lagi dengan membangun jalan inspeksi di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Saat ini, karena kodisi sudah dangkal, air kali dikhawatirkan meluap saat musim hujan. Pada Februari 2017 lalu, air Kali Mookervart sempat meluap, menggenangi permukiman warga.

"Kalau sudah meluap, baunya ampun-ampunan, bikin penyakit. Tapi masih ada untungnya, banjirnya enggak terlalu tinggi," kata Ali, 41, warga Pesakih, Kalideres.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto mengatakan, endapan lumpur yang kian tebal di dasar kali itu kini menyulitkan aparatnya membersihkan kali dari sampah.

Belum lagi, kata Edy, limbah industri yang berdiri di sepanjang Jalan Daan Mogot ikut mencemari Kali Mookervart. Beberapa pabrik bahkan sudah dikenai sanksi administrasi lantaran melanggar pengelolaan limbah.

"Limbahnya membuat air kali berubah warna dan kepekatan. Hasilnya, kemarin sudah ada yang diberi sanksi administrasi sebagian. Jumlah pastinya saya lupa, nanti saya kasih datanya," kata Edy

Ihwal pengerukan lumpur dan eskavator yang rusak, ia menyebut itu kewenangan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Sementara Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat Imron saat dikonfirmasi belum merespons. Tiga nomor telepon seluler yang dimilikinya dalam keadaan tidak aktif.

Digali pada tahun 1678 hingga 1689, Kali Mookervart sedianya dibuat untuk menyuplai air bersih dari Kali Cisadane melalui Kali Angke ke Batavia yang di masa itu kesulitan mendapatkan air bersih.

Oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-22, Diederik Durven (memerintah pada tahun 1729–1732), kanal sepanjang 13 kilometer itu diperdalam untuk jadi pengendali banjir Batavia. (A-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More