Inalum Resmi Beli Divestasi Saham Freeport Indonesia US$3,85 Miliar

Penulis: Annisa Ayu Artanti Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 18:25 WIB Ekonomi
Inalum Resmi Beli Divestasi Saham Freeport Indonesia US$3,85 Miliar

ANTARA

PEMERINTAH melalui PT Inalum (Persero) induk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan sepakat untuk membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia dengan harga US$3,85 miliar.

Hal itu tercantum dalam kesepakatan pokok-pokok kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia antara PT Inalum dan Freeport McMoran.

Inalum akan membeli saham PT Freeport Indonesia yang terdiri atas hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto dan 100% PT Indocopper Investama. Sehingga pada akhirnya posisi pemerintah menjadi 51,38%.

Angka ini tercantum dalam kesepakatan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia antara PT Inalum (Persero) dab Freeport McMoran.

"Kami mengambil alih, Inalum itu akan mengambil alih interest dari Rio Tinto dan 100% Indocopper, sehingga kepemilikan Inalum ditambah dengan kepemilkan negara menjadi 51,38%. Nah total nilainya USD3,85 miliar," kata Menteri BUMN, Rini Soemarno, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

Rini menargetkan, proses akuisisi dan transaksi dapat selesai dalam waktu satu bulan. Namun, Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, meminta kelonggaran lebih dari satu bulan.

"Saya minta secepatnya sebulan. Tapi Pak Budi minta keringanan," ucap Rini.

Budi pun menargetkan proses akuisisi ini dapat selesai dalam waktu dua bulan ke depan.

"Dua bulan," ucap Budi. (Medcom/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More