Mahfud MD Tidak Ditolak atau Diterima Koalisi Jokowi

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 17:34 WIB Politik dan Hukum
Mahfud MD Tidak Ditolak atau Diterima Koalisi Jokowi

MI/ROMMY PUJIANT

NAMA calon pendamping Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 sudah mengerucut dan akan segera diumumkan. Salah satu nama yang mencuat adalah Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei dinilai cocok menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi dari kolongan non partai. Namun, meskipun sempat dibahas, nama Mahfud MD belum diputuskan di dalam koalisi Jokowi.

“Yang pasti di dalam koalisi, Mahfud MD tidak diterima atau pun ditolak,” tegas Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurutnya, ada lebih 10 nama cawapres yang masuk nominasi di kantong Jokowi. Nama-nama itu pun, baik dari kalangan partai mau pun non partai.
Keputusan, sampai saat ini belum ditentukan karena masih dalam pembahasan lebih lanjut di tingkat koalisi.

“Semua partai di dalam koalisi masih sabar menunggu. Yang pasti semua keputusan itu ada di tangan Jokowi,” tandas Cak Imin sapaan akrabnya itu.

Sebagaimana diketahui, Mahfud MD tidak memberikan komentar panjang sebagaimana hasil sejumlah lembaga survei yang menyebutkan namanya paling berpeluang menjadi pendamping Jokowi dari non partai.

“Saya tidak menawarkan diri atau bersikap. Kalau ditawari tentunya saya akan jawab. Namun sekarang belum ada tawaran itu,” imbuh Mahfud. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More