Kesadaran Masyarakat Akan Ganjil Genap Meningkat

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 16:44 WIB Megapolitan
Kesadaran Masyarakat Akan Ganjil Genap Meningkat

MI/Haufan Hasyim Salengke

KEPALA Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto, mengatakan kecepatan rata-rata laju kendaraan semenjak pemberlakuan perluasan uji coba sistem ganjil genap semakin meningkat.

Hal itu imbas dari menurunnya kapasitas volume rasio kendaraan di jalan-jalan utama wilayah Jaksel. Penurunan itu pun berkontribusi pada kian membaiknya kualitas udara di Jaksel, dan DKI Jakarta secara umum.

"Masyarakat sudah semakin sadar memang kalau kita lihat dari meningkatnya laju kendaraan saat ini. Kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat, walaupun masih tahap uji coba karena nanti toh juga akan diterapkan sanksinya," kata Christianto kepada Media Indonesia di kantornya, Kamis(12/7).

Terkait presentase peningkatan, Christianto mengaku tidak bisa mengukur. Namun pengukuran yang dilakukan oleh BPTJ memperlihatkan adanya peningkatan laju meskipun tidak terlalu ekstrem. Karena, imbuh Christianto, perluasan wilayah terdampak ganjil genap masih dalam tahap uji coba.

Sesuai pantauan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, telah terjadi penurunan konsentrasi gas CO, NO dan HC selama penerapan sistem ganjil genap. Polutan jenis itu bersumber dari asap kendaraan bermotor.

Selain itu berdampak pada kualitas udara, salah satu tujuan utama perluasan sistem ganjil genap di wilayah Jakarta adalah untuk menyukseskan perhelatan Asian Games. Pihak Dewan Olimpiade Asia (OCA) mensyaratkan waktu tempuh perjalanan atlet ke venue pertandingan maksimal 34 menit.

Christianto mengatakan, pihak mereka menurunkan 100 personel yang disebar di sekitar 13 titik selama masa uji coba perluasan ganjil genap. Mereka bertugas menjaga, dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

"Nanti di pekan ketiga dan keempat sifatnya imbauan lah tapi tidak ada penindakan," pungkasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More