Lima saksi diperiksa terkait ledakan tabung gas di Grand Wijaya

Penulis: Tosiani Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 15:48 WIB Megapolitan
Lima saksi diperiksa terkait ledakan tabung gas di Grand Wijaya

Ist

SEDIKITNYA lima orang saksi diperiksa polisi terkait ledakan tabung gas di Grand Wijaya Center, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi.

"Untuk saat ini sudah kita periksa lima orang, baik itu yang tinggal diruko itu, kemudian security dan pedagang itu kita mintai keterangan,"cetus Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis (12/7).

Dijelaskan Argo, pada Kamis Pukul 04.20 WIB, sebuah tabung berukuran 12 kg di pertokoan Jalan Wijaya meledak. Semula ledakan itu sempat dikira ledakan bom, sehingga Tim Jibom dari Brimob Polda Metro Jaya sempat bergerak kesana, menyisir lokasi kejadian. Barulah diketahui bahwa ledakan itu bersumber dari tabung gas elpiji.

"Jadi tabung elpiji itu bocor kemudian gas nya itu sudah memenuhi rumah, dan ada seperti saklar otomatis disana ya, sehingga menyebabkan ada ledakan disana. Tidak ada korban jiwa, namun ada kerugian materiil, yaitu gedung atau ruko itu sendiri dan konsultan properti. Sebelah kanan kirinya juga ada kerusakan," ujar Argo.

Kerusakan yang timbul akibat ledakan tabung gas, sebut Argo, antara lain kaca pada 11 ruko pecah. Ada pula satu ruko yang daun pintunya rusak dan retak. Ada pula mobil yang terparkir sekitar 20 meter di depan ruko rusak, kaca mobilnya pecah. Beberapa mobil lainnya mengalami retak kaca belakang.

"Ada juga korban luka ringan terkena pecahan kaca, yakni seorang pedagang kaki lima yang jualan di depan, tapisudah kita obati dan sekarang sudah pulang. Police line sudah dibuka dan masyarakat sudah bisa melewati. Faktor kelalaian masih kita dalami," kata Argo. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More