Spesies Baru Orangutan Lahirkan Bayi Kembar

Penulis: Puji Santoso Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 15:20 WIB Nusantara
Spesies Baru Orangutan Lahirkan Bayi Kembar

AFP

SUMATERA Orangutan Conservation Programme (SOCP) mengkonfirmasi munculnya dua anak kembar dari Orangutan Tapanuli, spesies yang baru  ditemukan. Penampakan dua bayi kembar tersebut pertama kali dilihat oleh  dua staf SOCP yang berbasis pada pos pemantauan hutan Batang Toru di  Tapanuli, Andayani Oerta dan Ulil Amri Silitonga.

Ketika sedang melakukan pencarian rutin orangutan dan satwa liar lainnya, hanya sekitar satu kilometer di sebelah barat laut pos, mereka menemukan satu individu orangutan Tapanuli betina dengan 2 bayi pada Minggu (20/5) lalu.

"Saya baru mulai mengelola kamp beberapa bulan yang lalu dan sedang melakukan misi pencarian rutin. Tiba-tiba kami melihat ibu orangutan Tapanuli dengan dua bayi pada saat yang bersamaan terasa sangat menakjubkan. Si kembar tampak sangat mirip dan berukuran hampir sama, tetapi salah satunya cukup berani sementara yang lainnya tampak sangat pemalu dan selalu ingin dekat dengan ibunya," kata manajer pos pemantauan hutan SOCP, Andayani, kepada wartawan di Medan, Kamis (12/7).

Keberadaan orangutan dengan bayi kembar tersebut mereka saksikan sekitar pukul 14.30 sekitar 15 meter di atas pohon dan berhasil melihat sampai sekitar pukul 15.40 ketika ibu mulai pindah dengan bayi yang menempel di setiap sisi.

Sementara itu, Kepala Unit Pemantauan Keanekaragaman Hayati SOCP, Matius Nowak, yang menghabiskan bertahun-tahun di ekosistem Batang Toru, rumah orangutan Tapanuli yang masih tersisa (yang dikenal sebagai Pongo  Tapanuliensis), merasa tertarik dan takjub ketika dia mendengar berita tersebut.

"Saya segera memeriksa catatan untuk kelahiran kembar pada orangutan dan kera besar lainnya dan hanya menemukan satu catatan sebelumnya dari kelahiran kembar orangutan Kalimantan liar, tidak ada orangutan Sumatera, apalagi orangutan Tapanuli. Kelahiran kembar memang terjadi pada hewan penangkaran, tetapi bahkan jika ini terjadi di alam liar, 
kurangnya pengamatan akan menunjukkan bahwa sangat jarang bagi kedua bayi untuk bertahan hidup," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ian Singleton, Direktur SOCP, mengatakan,"Saya menghabiskan bertahun-tahun mempelajari orangutan di alam liar dan tidak  pernah melihat seorang ibu dengan anak kembar. Jadi ini adalah berita yang luar biasa. Tetapi kita juga perlu mengingat bahwa orangutan Tapanuli adalah kera besar yang paling langka dan paling terancam di dunia dan baru dijelaskan pada bulan November tahun lalu."

Namun, lanjut dia, hutan tempat hal langka ini terjadi sekarang sudah terpecah-pecah, dan sedang terancam oleh proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang didanai Tiongkok. 

"Kita harus berhenti menghancurkan lebih banyak habitat orangutan dan menyambungkan kembali hutan ini secepat mungkin. Bayi kembar ini adalah harapan bahwa spesies ini dapat diselamatkan jika kita mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkannya."

Para pihak yang fokus dalam konservasi orangutan sangat berharap kelahiran bayi orangutan kembar ini akan menjadi dorongan untuk menjaga 
kelestarian hutan sebagai habitat satwa yang paling terancam punah tersebut. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More