Saatnya Unicorn Melantai Di Bursa Efek

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 14:35 WIB Ekonomi
Saatnya Unicorn Melantai Di Bursa Efek

ANTARA

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, berharap para unicorn start-up mulai bisa untuk melantai di pasar modal Indonesia untuk memperbesar perusahaan mereka. Unicorn adalah sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas US$ 1 miliar (sekitar Rp14 triliun).

Rudiantara berharap, karena Indonesia sudah memiliki beberapa unicorn startup, mereka juga bisa turut serta mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia. Meski demikian, dia akui masuk ke bursa itu merupakan keputusan bisnis.Seperti diketahui saat ini ada empat perusahaan rintisan digital itu yang masuk kategori unicorn yaitu Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak.

"Kami di regulasi hanya mendukungnya saja. Tergantung unicorn-nya. Masuk ke bursa adalah keputusan bisnis bukan pemerintah yang minta,"  ujar Rudiantara di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/7).

Indonesia, kata Rudiantara, banyak sebenar memiliki start-up. Di sarankan bagi start up yang sudah seri B dari segi size, suatu saat mereka IPO untuk meningkatkan bisnis.

"Selama ini venture capital yang menikmati. Ini pertimbangannya murni bisnis. Tapi dari sisi bisnis kami akan dukung," tukas Rudiantara.

Pada hari ini, setelah start up e-commerce seperti Kioson dan M Cash melantai di bursa efek, kini PT NFC Indonesia Tbk, perusahaan anak dari M Cash menyusul untuk melakukan pencatatan perdana saham (IPO). NFC Indonesia menawarkan saham perdana 166,67 juta saham atau setara 25% dari total saham di harga penawaran Rp 1.850 per saham

NFC mengantongi dana IPO Rp308,33 miliar. Saham NFCX tercatat cukup diminati investor dengan  oversubscribed sebanyak 9,8 kali. Komposisi investor 28% asing sisanya investor lokal. Mayoritas investor institusi, untuk asing ada di Australia, Malaysia, Singapura dan Hongkong.

"Ini adalah perusahaan digital yang kedua yang melantai di BEI. Walaupun mereka belum unicorn, tapi ada keberanian masuk ke bursa di Indonesia. Saya berharap unicorn-unicorn masuk ke bursa efek Indonesia, hanya masalah waktu dan masalah size dari pada offering-nya," tutur Rudiantara.

Pelanggan sim card di Indonesia  lanjut Menkominfo, ada sekitar 240 juta, dengan sekitar 70 juta unique code pelanggan.

"Jadi kurang lebih 170 juta orang Indonesia minimal punya 1 ponsel. NFC ada dua keunggula, satu dari sisi exchange untuk beli voucher dan satu lagi adalah una mobile tv. Ini merubah merevolusi cara orang memasang Iklan di indonesia sehingga bisa per segmentasi dan sesuai target market. Ini akan merevolusi bisnis proses advertising Bisnis di Indonesia," kata Rudi.

Direktur penilaian bursa I Gede Nyoman Yetna mengatakan sebenarnya BEI memiliki incubator tujuannya untuk breeding atau membuat semai membuat bibit para start up jadi incuba. Start up mereka diberikan pengetahuan bisnis yang firm untuk mereka bisa kembangkan.

"Kami belum dapat data berapa perusahaan unicorn yang siap IPO, karena yang kami breeding ini memang statusnya start up di incubator," tuturnya.

Pada periode direksi sebelumnya, kata Nyoman, Gojek pernah datang ke bursa dan berdiskusi. Mereka kemudian memfollow up sebagai direksi yang baru.

"Kami minta waktu untuk apa yang bursa bisa bantu untuk Gojek untuk pendanaan di pasar modal," tukas Nyoman. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More