Anies Harap Surat Mahfudz Sidiq Bisa Diterima Petinggi Partai

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 13:57 WIB Megapolitan
Anies Harap Surat Mahfudz Sidiq Bisa Diterima Petinggi Partai

Dok. MI

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah membaca surat terbuka politikus PKS, Mahfudz Sidiq, terkait isu pencalonan dirinya dalam kontestasi Pilpres 2019. Anies menilai surat terbuka itu seharusnya disampaikan kepada para petinggi partai.

"Tadi malam saya baca akhirnya. Saya terimakasih ada perhatian dari Pak Mahfudz Sidiq, beliau mengekspresikan concernnya. Saya berharap surat ini dikirimkan ke partai-partai. Yang menyorong-nyorongkan nama itu lah yang harus dikirimkan surat," kata Anies di Jakarta Pusat, Kamis(12/7).

Melalui surat terbuka yang diterbitkan pada Rabu (11/7), Mahfudz menggambarkan keresahannya sebagai warga Jakarta atas pemberitaan di media massa perihal nama Anies digadang-gadang sebagai salah satu kandidat calon presiden maupun calon wakil presiden.

Dia meminta agar Anies menuntaskan masa jabatan lima tahun sebagai Gubernur DKI. Mahfudz menganggap Anies masih dalam masa 'taaruf', fase pengenalan lantaran baru menjabat selama sembilan bulan. Program kerja Anies menurutnya baru bisa dilaksanakan pada tahun kedua ia menjabat.

"Dalam rentang masa tugas lima tahun (2017-2022), perjalanan sembilan bulan pertama, saya yakini sebagai fase ta'aruf, yaitu fase Bapak mengenali apa dan bagaimana Jakarta ini. Mungkin baru mulai tahun kedua dan seterusnya Bapak bisa benar-benar menjalankan program pembangunan secara tepat dan cepat," tulis Mahfudz dalam pesan terbuka.

Menanggapi hal itu, Anies berterimakasih dan menilai surat itu lebih tepat disampaikan ke pimpinan partai.

"Saya sedang mengurus Jakarta, jadi saya terimakasih aja dapat surat. Tapi surat itu harusnya dikirimkan ke partai-partai karena partai-partai lah yang membicarakan," pungkasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More