Intensif Ketemu Jokowi, Cak Imin Akui Cawapres Masih Digodok

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 13:46 WIB Politik dan Hukum
Intensif Ketemu Jokowi, Cak Imin Akui Cawapres Masih Digodok

Dok. MI

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin beberapa hari terakhir intensif bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku dalam pertemuan tersebut ada banyak hal yang dibicarakan, termasuk membahas calon wakil presiden yang akan mendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

"Baik di Bogor, di Istana Merdeka saya bertemu dengan Pak Jokowi. Kesimpulannya, cawapres masih terus digodok, dimatrikulasi dan dianalisis siapa yang paling tepat untuk kepentingan 2019 - 2024," terang Cak Imin di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/7).

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009–2014 itu menyebutkan, Jokowi tidak akan asal pilih dalam menentukan cawapres. Cak Imin berpendapat, sosok cawapres Jokowi juga harus punya kontribusi elektoral yang tinggi untuk Jokowi. Seluruh partai koalisi, sambung dia, masih menunggu keputusan yang diambil Jokowi.

"Kita tunggu saja, karena ada proses yang harus dilalui. Sampai dengan pada harinya Pak Jokowi mengundang kita untuk mematangkan dan memastikan siapa cawapres itu. Semua masih sabar menunggu," ungkapnya.

Cak Imin menambahkan, sampai saat ini masih ada lebih 10 nama cawapres yang masuk nominasi dan sudah dikantongi Jokowi. Partai koalisi, kata dia, juga telah mengetahui 10 nama tersebut. 

"Pasti akan diseleksi karena ada 10 nama. Jadi, bukan lima nama," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More