Menkominfo Sindir Perusahaan Start-Up yang Belum IPO

Penulis: Annisa Ayu Artanti Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 14:05 WIB Ekonomi
Menkominfo Sindir Perusahaan Start-Up yang Belum IPO

ANTARA

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyindir perusahaan start-up yang sampai saat ini belum juga mencatatkan sahamnya ke publik.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri listing atau initial public offering (IPO) PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rudiantara mengatakan, seharusnya perusahaan start-up Unicorn atau perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi minimal US$1 miliar atau sekitar Rp13 triliun sudah mencatatkan sahamnya di publik seperti NFC Indonesia. 

"Ini adalah perusahaan digital yang kedua yang melantai di BEI. Walaupun mereka belum unicorn, tapi ada keberanian masuk ke bursa di Indonesia," kata Rudiantara, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/7).

Ia meminta supaya perusahaan unicorn dapat segera melantai di bursa. Seperti diketahui saat ini ada empat perusahaan rintisan digital itu yang masuk kategori unicorn yaitu Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak.

"Saya berharap unicorn-unicorn masuk ke Bursa Efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size daripada offering-nya," ucap Rudiantara. (Medcom/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More