Khofifah-Emil Harap Kemitraan Strategis di Jatim Tetap Terbangun

Penulis: Golda Eksa Pada: Kamis, 12 Jul 2018, 13:35 WIB Politik dan Hukum
Khofifah-Emil Harap Kemitraan Strategis di Jatim Tetap Terbangun

ANTARA

CALON Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indah Parawansa dan Emil Elestianto Dardak mendatangi rumah dinas Ketua MPR RI yang juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Khofifah mengaku kedatangannya untuk mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PAN yang telah memenangkan Pilkada Jatim pada 27 Juni 2018 kemarin.

"PAN memberikan support luar biasa. Pak Ketua Umum (Zulkifli Hasan) memenuhi seluruh 38 kota/kabupaten se-Jatim. Artinya, beliau all out dalam mengusung, mendukung, dan mengantarkan kami sampai unggul di Jatim. Kami hadir menyampaikan terimakasih atas support PAN," ujarya di rumah dinas Ketua MPR, di Jalan Widya Chandra IV/16, Jakarta, Kamis (12/7)

Ia juga berharap sinergitas antara eksekutif dan legislatif di Jawa Timur bisa berlanjut untuk mewujudkan pembangunan di Jawa Timur.

"Tentu pembangunan di Jatim sangat banyak membutuhkan kemitraan strategis di antara eksekutif dan legislatif. Kami berharap strong partnership itu akan terbangun selama proses pemerintahan provinsi Jatim," tandasnya.

Emil menambahkan, kedatangan tersebut merupakan ajang silaturahmi dengan pimpinan partai pengusung, termasuk ingin bertukar pikiran mengenai apa saja langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Pada kesempatan itu, Emil juga mengapresiasi sikap paslon Saefullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno yang memberikan ucapan selamat atas hasil perolehan suara di Jatim. Dalam kontestasi itu Khofifah-Emil unggul atas Gus Ipul-Puti.

"Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi Jawa Timur supaya kita bisa bersama-sama membangun Jatim melanjutkan hal-hal yang baik dalam pemerintahan saat ini. Supaya ada kesinambungan dalam hal-hal yang sekiranya perlu disempurnakan yang sudah berjalan saat ini," pungkasnya. (OL-7)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More